No image available for this title

Text

Al Fatawa Al Kubra



Tidak Tersedia Deskripsi


Ketersediaan

1995064632x4 Tai aPerpustakaan PusatTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
1996114652x4 Tai aPerpustakaan PusatTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
1996114692x4 Tai aPerpustakaan PusatTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
1995064592x4 Tai aPerpustakaan PusatTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
1995064612x4 Tai aPerpustakaan PusatTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
1996114672x4 Tai aPerpustakaan PusatTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
1996114592x4 Tai aPerpustakaan PusatTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
1996114712x4 Tai aPerpustakaan PusatTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x4 Tai a
Penerbit Darul Fikr : Baerut.,
Deskripsi Fisik
665 hlm., 25 cm.
Bahasa
Arab
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x4 Tai a
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas

  • Mansyur, Zainudin (2020) Implementasi hukum ekonomi syariah dan hukum keluarga Islam pada masyarakat Lombok. Sanabil Creative, Mataram. ISBN 978-623-317-083-3
    Dalam bidang hubungan keluarga manusia dituntut untuk menjaga keharmonisan keluarga melalui pedoman syariat yang telah ditetapkan oleh Allah baik dalam al-Qur`an maupun Sunnah Nabinya. Artinya, bahwa setiap muslim diarahkan untuk menjaga hawa nafsu biologisnya melalui ketentuan syariat agar semuanya terjaga dari fitnah yang timbul dalam masyarakat serta terjauhkan dari murka Allah SWT. Dengan demikian, manusia dalam memanajerial semua itu dianjurkan untuk melakukan pernikahan sebagai wadah untuk menyalurkan nafsu birahi secara benar sesuai syariat Allah. Ketaatan terhadap syariat pernikahan menjadi tugas akal untuk mendorong motivasi hamba itu agar tetap dalam garis yang lurus sehingga keadilan, keharmoniasan, keseimbangan, kebahagiaan dalam berkeluarga dapat diperoleh dan dirasakan sepanjang masa. Begitu juga pelarangan-pelarangan praktek hukum keluarga seperti perceraian, perzinahan, penyalahgunaan hak waris menjadi sederet perkara yang menjadi tugas akal hamba tersebut untuk memanajerialnya sehingga tidak berjalan dalam kriteria syariat yang ditetapkan Allah SWT. Artinya dengan semangat kebahagiaan dunia plus kebahgiaan akhirat menjadi tendensi yang perlu ditanamkan atas diri manusia sehingga kecenderungan untuk mempraktekkan larangan dalam keluarga berbelok seratus persen menjadi praktek yang diperintahkan oleh Allah yang ditentukannya.


Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this