Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Jurnal Lektur Keagamaan/ Ita Syamsitah Ahyat Dkk
CAT :
1. Perkembangan Islam di Kesultanan Banjarmasin (Ita Syamtasiah Ahyat)
2. Jejak Sejarah Kesultanan Pontianak (Kajian Inskripsi Situs Makam Batu Layang) (Alfan Firmanto)
3. Manuskrip dan Konteks Sosialnya, Kasus Naskah Tarekat Naqsyabandiyah di Minangkabau ( Masmedia Pinem)
4. Falsafah Hidup Jawa dalam Naskah Sanguloro ( Moh. Hasim)
5. Fikih Pernikahan di Tanah Jawi : Kajian Atas Naskah KItab Al-Nikah (Ahmad Rofii)
6. Wawasan Al-Qur'an tentang Media Komunikasi dan Informasi (Asep Usman Ismail)
7. Mengenal Ulama melalui Inskripsi keagamaan (Studi Kasus di Martapura Kalimantan Selatan) (Ridwan Bustamam)
8. NIlai-nilai Kerukuran dalam naskah Serat Waosan Puji (Zakiyah)
9. MImbar dan Podium : Kajian atas Masjid Kuno di Nanggroe Aceh Darussalam (Nurman Kholis)
10. Perspektif Kawasan dalam Studi Sejarah Islam: Menggali DInamika Umat Islam dalam Konteks Kawasan (Asep Saefullah)
1. Kesultanan Banjarmasin merupakan kelanjutan dari kerajaan Hindu sebelumnya, yakni Negara Dipa dan Negara Daha. Bermula dari perkampungan orang-orang Melayu, kemudian menjadi pelabuhan yang dilalui oleh para pedagang Muslim dalam pelayarannya untuk mendapatkan rempah-rempah dan lainnya, kesultanan Banjarmasin berkembang menjadi kerajaan penting di Kalimantan Selatan. Kesultanan Banjarmasin berdiri pada awal abad ke-16 M dengan nama ibukota yang sama dan terletak di muara Sungai Barito. Banjarmasin, selain sebagai kota pelabuhan, juga merupakan ibu kota kerajaan, keraton, dan kompleks pemukiman, sehingga pantaslah Banjarmasin disebut suatu “kota”. Kesultanan Banjarmasin dengan pemerintahan Pangeran Samudra, yang bergelar “Sultan Suryanullah”, misalnya, merupakan penguasa Islam pertama di Kalimantan Selatan, yang terjadi pada masa awal abad ke-16, dan di-Islam-kan oleh Penghulu dari kesultanan Demak di Jawa Tengah. Kesultanan Banjarmasin mempunyai daerah kekuasaan, yang merupakan kelanjutan dari kerajaan Negara Daha. Daerah kekuasaan kesultanan Banjarmasin selanjutnya, yakni pada masa pemerintahan Pangeran Suryanata, sebagaimana diceritakan oleh “Hikayat Banjar” dan “Hikayat Lembu Mangkurat”, adalah negara/kota/ daerah seperti Kutai, Berau, Karasikan, Lawai, dan Sambas. Perkembangan kesultanan ini bersamaan dengan penyebaran Islam, sehingga Islam sangat mewarnai corak kesultanan dalam hal budaya, sosial, politik, dan juga ekonomi. Islam, dengan kata lain, telah melahirkan suatu peradaban yang khas di kesultanan Banjarnasin.
2. Kesultanan Kadriyah Pontianak merupakan kerajaan Islam termuda di Indonesia. Berdiri pada tanggal 23 Oktober 1771 M atau 12 Rajab 1185 H. Banyak hal yang belum terungkap dalam sejarah Kesultanan Pontianak yang didirikan oleh Abdurrahman Al-Sharif Qadrie. Penelitian ini mencoba untuk mengungkap sejarah kesultanan Pontianak melalui prasasti di Makam Sultan di Situs Makam Batu Layang Pontianak. Dari ratusan Dari makam di situs tersebut terdapat delapan makam utama raja-raja yang memerintah Kesultanan Pontianak. Dari prasasti yang ditemukan di makam Sultan, penelitian ini dapat mengungkap sedikit periodisasi sejarah Pontianak Kesultanan
Ketersediaan
| LEK-53/10/2/2012 | LEK-10/2/2012 | Perpustakaan Pusat (LEK-53/10/2/2012) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
LEK-10/2/2012
|
| Penerbit | Puslitbang Lektur Keagamaan Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Departemen Agama RI : Jakarta., 2012 |
| Deskripsi Fisik |
466 hlm; 25 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
1693-7139
|
| Klasifikasi |
LEK-10/2/2012
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Vol. 10 No. 2
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Ahyat, Ita Syamsitah
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






