No image available for this title

Text

Dinamika Ilmu : Jurnal Pendidikan, Keislaman dan Sosial/ Suwito Dkk



CAT :
1. Pesantren Modern: Sistem Pendidikan Alternatif Masa Depan (Suwito)
2. Lingkungan dan Pembentukan Kepribadian (H. Sabran Djailani)
3. Paradigma Pendidikan di Indonesia Memasuki Abad 21 (Zurqani)
4. The Importance Balancing Fluency Activities After Communicate Approach Revolution (Pikintoro)
5. Pemilihan dan Pengadaan Bahan Pustaka (Ahmad Riyadi)
6. Merambah Jalan Memahami Al-Qur'an (Kajian Atas Tafsir Quran Karim Karya Mahmud Yunus) (Iskandar)
7. Perlindungan terhadap hak Asasi Manusia sebagai Platform Keamanan Sosial (Hadi Mutamam)

1. Abstract The “Ayo Mondok” Movement is part of the pesantren's response to modernity. In the modern era like this, there are still many Muslim societies in Indonesia that make pesantren a reference for formal and informal educational institutions. Indeed, initially the pesantren was only traditional and only aimed to explore the science of religion. However, along with the modernization of the times, Islamic boarding schools have not only become institutions to explore religious sciences but also general science. This paper explains the history and development of pesantren, and how the system of pesantren education answers the challenges of modernity. To get the desired results, the research library was chosen by researchers as the research method in this study. The results of this study reveal that Islamic boarding schools are a gathering place for santri to get religious knowledge from a cleric. The beginning of the pesantren was only a simple hut which was built as a makeshift with the aim of getting closer to the kyai or the teacher intended for the purposes of studying religion. While the system of pesantren education is still using the book of salaf or more familiarly called kitab kuning. Keywords: Islamic Boarding School, Modernity and Islamic Education Abstrak Gerakan Ayo Mondok merupkan bagian dari respon pesantren menghadapi modernitas. Di era modern seperti ini, masyarakat Muslim di Indonesia masih banyak yang menjadikan pesantren sebagai rujukan lembaga pendidikan formal maupun informal. Memang pada awalnya pesantren hanya bersifat tradisional dan hanya bertujuan untuk mendalami ilmu agama saja. Akan tetapi seiring dengan modernisasi zaman, pesantren tidak hanya menjadi lembaga untuk mendalami ilmu agama saja tetapi juga ilmu umum. Tulisan ini menjelaskan tentang sejarah dan perkembangan pesantren, dan bagaimana sistem pendidikan pesantren menjawab tantangan modernitas. Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, maka library research dipilih oleh peneliti sebagai metode penelitian dalam studi ini. Hasil dari kajian ini mengungkapkan bahwa pesantren merupakan tempat berkumpulnya para santri untuk mendapatkan ilmu agama dari seorang kyai. Awal mula pesantren hanya berupa pondok sederhana yang dibangun seadanya dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada kyai atau guru yang dituju untuk keperluan menimba ilmu agama. Sedangkan sistem pendidikan pesantren sampai sekarang masih tetap menggunakan kitab salaf atau lebih familiar disebut kitab kuning. Kata Kunci: Pesantren, Modernitas dan Pendidikan Islam


Ketersediaan

DIN-02/1/2/2000DIN-1/2/2000Perpustakaan Pusat (DIN-02/1/2/2000)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
DIN-1/2/2000
Penerbit STAIN SAMARINDA : SAMARINDA.,
Deskripsi Fisik
82 hlm; 25 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
1411-3021
Klasifikasi
DIN-1/2/2000
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Vol. 1 No. 2
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this