Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Analisa : Journal of Social Science and Religion/ Muhammad Zuhdi Dkk
CAT :
1. Recurring Issues In Indonesia's Islamic Education: The Needs For Religious Literacy (Muhammad Zuhdi and Sarwenda)
2. Transmission Of Islamic Values In Public School: A Study At State Senior High School 5 Yogyakarta (Suyatno, Fitri Nur Hayati, and Wantini)
3. Turkish Sufi Organizations And The Development Of Islamic Education In Indonesia (Firdaus Wajdi)
4. Pesantren And Social Media Empowerment : A Critical Analysis On Pesantren Al-Imdad Yogyakarta And Pesantren Maslakul Huda Central Java (Sri WIdayanti)
5. DIalectics Between Religion And Culture (Sluptor's Reception Towards The Hadith About Carving Statue In Prumping Magelang) (Ahmad Mustofa)
6. Encountering the religious Radicalism Movement Through Reconstructing The Multicultural Theology And Its Implication For Christian Leaders In Indonesia (Gunaryo Sudarmanto and Dina Elisabeth Latumahina)
7. Sivagrha (Prambanan Temple) As An Archetype Of Hindu Theology In Nusantara (An Endeavor To DIscover Hindu Theological Knowledge Through Ancient Temple Heritage) Ni Kadek Surpi
8. Religious Traditional Treatment Of Epidemics : A Legacy From Acehnese Manuscript (Fakhriati and Choriul Fuad Yusuf)
1. Pendidikan agama memegang peranan penting di Indonesia, tidak hanya di sekolah-sekolah agama tetapi juga di semua sekolah dan dalam pembangunan masyarakat. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa pendidikan agama Indonesia saat ini menghadapi tantangan dalam mengelola persoalan radikalisme agama, terutama dalam konteks masyarakat yang konservatif. Penelitian ini berfokus pada berbagai permasalahan keagamaan di masyarakat yang sering ditemui guru dalam interaksinya di sekolah dan masyarakat, khususnya dengan mengacu pada pendidikan Islam. Penelitian ini dilakukan dengan metode Focus Group Discussion yang melibatkan 28 guru pendidikan agama dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Penelitian ini mengeksplorasi isu-isu keagamaan yang berulang dalam masyarakat Indonesia yang memerlukan perhatian lebih lanjut dalam mengembangkan program pendidikan agama. Dilihat dari perspektif literasi agama, studi ini menemukan bahwa multikulturalisme, toleransi, dan prasangka adalah masalah yang paling sering muncul di masyarakat. Menyadari tantangan yang semakin besar terhadap masyarakat Indonesia yang majemuk, literasi agama dapat dijadikan sebagai tujuan alternatif pendidikan agama. Pendidikan agama harus diarahkan pada pemahaman siswa yang benar tentang berbagai keyakinan dan tradisi agama, di samping penguatan iman dan pengamalan keyakinan agama siswa itu sendiri.
2. Proses transmisi nilai-nilai Islam kepada generasi muda tetap menjadi kajian yang menarik mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Sayangnya, penelitian-penelitian sebelumnya tentang topik ini lebih terfokus pada proses transmisi nilai-nilai tersebut melalui lembaga pendidikan formal dan informal berbasis agama. Penelitian ini mengambil posisi unik untuk mengkaji transmisi nilai-nilai Islam di sekolah umum berbasis non-agama. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengkaji proses penanaman nilai-nilai Islam di sekolah umum. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang relevan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik interaktif induktif model Miles dan Huberman. Kajian ini menunjukkan bahwa 1) nilai-nilai iman-taqwa dan akhlaq mulia merupakan perwujudan penting dari program pendidikan berbasis kasih sayang di sekolah. 2) Nilai-nilai tersebut ditanamkan oleh sekolah melalui proses pembiasaan, didukung oleh fungsi kepala sekolah dan guru sebagai panutan dan peran penting Rohis (Organisasi Islam). Penanaman nilai-nilai Islam tidak hanya dilakukan oleh guru pendidikan agama, tetapi juga ditularkan oleh guru mata pelajaran sekuler serta kegiatan ekstrakurikuler. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa sekolah umum di Indonesia kini menjelma sebagai instrumen penting untuk transmisi nilai-nilai Islam kepada kaum muda Muslim. Penelitian ini menyarankan rekomendasi penting tentang perlunya mengembangkan kapasitas guru di sekolah untuk menjadikan mereka agen moderasi nilai-nilai Islam.
Ketersediaan
| ANA-06/5/1/2020 | ANA-5/1/2020 | Perpustakaan Pusat (ANA-06/5/1/2020) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
ANA-5/1/2020
|
| Penerbit | Office Of Religious Research and Development Ministry Of Religious Affairs Semarang : Semarang., 2020 |
| Deskripsi Fisik |
138 hlm; 35 cm
|
| Bahasa |
English
|
| ISBN/ISSN |
2502-5465
|
| Klasifikasi |
ANA-5/1/2020
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Vol. 5 No. 1
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Muhammad Zuhdi
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






