Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Transformasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat/ Agoes Hendriyanto Dkk
CAT :
1. Menuju Desa Tangguh Bencana (Di Desa Sirnoboyo) (Agoes Hendiryanto, NImas Permata P)
2. Penguatan Kapasitas peran masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Taman Sari Ampenan Kota Mataram (Akhmad Asyari, Subhan Abdullah Achim)
3. Pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi pembangunan bagi masyarakat Nelayan di Sembalun Loang Baloq guna menjembatani kesenjangan sosial Masyarakat (Najamudin)
4. Pelatihan Keterampilan pembuatan perhiasan dari kawat (WIre Jewelry) di Lingkungan Jempong Timur Mataram (Syamsul Arifin)
5. Penguatan kesadaran peran perempuan dalam kehidupan sosial di Desa Loloan Kecamatan Bayan Lombok Utara (Saparudin)
6. Penguatan kapasitas sumberdaya remaja sebagai upaya meminimalisir pernikahan Dini di Desa Nyerot Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah (Tuti Harwati)
7. Sosialisasi dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi desa sembung kecamatan narmada kabupaten Lombok Barat (Alfira Mulya Astuti)
8. Membangun Inovator Kampung Melek Media (Pendamping Remaja Melalui Program Edukasi Literasi Media)
1. Bencana alam rutin yang dialami oleh masyarakat desa Sirnoboyo adalah bencana banjir yang banyak sekali kerugiannya yang pertama berdampak terhadap hasil pertanian dan merusak infrastruktur jalan dan jembatan. Kerugian dapat dikurangi dengan jalan menjadikan desa Sirinoboyo menuju Desa Tangguh Bencana. Untuk menuju Desa Tangguh Bencana dibutuhkan dana dan keseriusan pemerintah dalam rangka merubah skema pemikiran masyarakat yang merasa bahwa pembangunan memerlukan suatu kerja keras, gotong royong dan kebersamaan. Tujuan yang ingin dicapai dalam pengabdian ingin melihat sejauh mana Bentuk kemandirian masyarakat Desa Sirnoboyo untuk mewujudkan Desa Tangguh bencana yang diwujudkan dalam Rencana Penanggulangan Bencana Desa Sirnoboyo Desa Tangguh Bencana di bagi menjadi 3 berdasarkan indikator yang telah ditetapkan. Sirnoboyo masuk katagori Desa tangguh Bencana Pratama dengan skor 31 dari 60 indikator. Untuk menuju Desa tangguh Bencana madya dan Utama memrlukan suatu perencanaan pembangunan dan kerja keras seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya akan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap arti pentingnya penaggulangan bencana. Rasa persaudaraan, kesetiakawanan, dan kekeluargaan masyarakat desa Sirnoboyo perlu ditingkatkan lagi guna mencapai Desa tangguh Bencana utama.
2. Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilakukan ditemukan permasalahanyang urgen untuk ditindak lanjuti yaitu rendahnya pemahaman keagaamaan masyarakat dan rentannya pengaruh budaya disebabkan masyarakat yang menetap dan tinggal di kelurahan taman sari Ampenan ini sangat heterogen dari suku, kepercayaan dan latar belakang. Untuk mencegah dampak negatif yang terjadi maka masjid harus difungsikan sebagai sarana dan fungsi/peran kapasitas masjid tidak hanya sebagai tempat melaksanakan ibadah, tetapi masjid harus dijadikan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.Kegiatan pendidikan dan penyuluhan dilaksanakan pada hari jum‘at-sabtu tanggal 05-06 Agustus 2017 yang bertempat di masjid Al Falah dengan jumlah peserta sejumlah 30 orang dan terdiri dari 2 orang Narasumber yaitu bapak Dr. H. Zaidi Abdad, MA yang merupakan dosen UIN Mataram pada jurusan Ekonomi Islam dan bapak M. Sa‘i, MA yang juga akademisi yaitu dosen fakultas Dakwah IAIN Mataram.Adapun kesimpulan dari kegiatan ini adalah; (1) Kegiatan pengabdian dapat terlaksana dengan lancar yang tercermin dari maksimalnya peran dari setiap tim pelaksana kegiatan pengabdian. (2) Berubahnyapola pikir masyarakat terhadap pentingnya pemberdayaan masjid.(3) Meningkatnya pemahaman keagamaan masyarakat yang lebih moderat dalam melihat masjid bukan sekedar sebagai tempat melaksanakan ibadah, tetapi masjid justru berperan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. (4) Meningkatnya pemahaman masyarakat terkait dengan konsep kapasitas peran masjid sebagai pusat pemberdayaan. (5) Tersampaikannya informasi terkait dengan penguatan kapasitas peran masjid sebagai pusat pemberdayaan. (6) Meningkatnya pemahaman masyarakat untuk menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat
Ketersediaan
| TRA-136/13/1/2017 | TRA-13/1/2017 | Perpustakaan Pusat (TRA-136/13/1/2017) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
| TRA-137/13/1/2017 | TRA-13/1/2017 | Perpustakaan Pusat (TRA-137/13/1/2017) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
TRA-13/1/2017
|
| Penerbit | PPKM UIN Mataram : Mataram., 2017 |
| Deskripsi Fisik |
124 hlm; 35 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
1858-3571
|
| Klasifikasi |
TRA-13/1/2017
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Vol. 13 No. 1
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Hendriyanto, Agoes
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






