Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Media Pustakawan
CAT :
1. Transformasi Perpustakaan Khusus menjadi data Labs dalam mendukung Open Data dan Open Goverment di Indonesia (Madiareni Sulaiman)
2. Pelestarian Terbitan Berkala Koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan metode penjilidan "Malaysia" (Damaji Ratmono)
3. Hubungan Antara perilaku pencari Informasi terhadap perilaku inovatif mahasiswa di UPT Perpustakaan Universitas Hasanuddin (Jamaluddin dan La Tommeng)
4. Efektivitas Sistem Temu Kembali Informasi Perpustakaan Digital Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dalam tinjauan Recall dan Precision (Thoriq Tri Prabowo)
5. Covid-19 dan Perpustakaan : Sebuah Literature Review (Rochani Nani Rahayu)
6. Manajemen Layanan Perpustakaan terhadap loyalitas Mahasiswa pada masa pandemi (Sungadi)
7. Produktivitas Pustakawan perpustakaan Nasional sebagai penulis artikel : Studi Kasus Pada Jurnal Media Pustakawan dan Visi Pustaka (Agus Wahyudi dan Jusa Junaedi)
1. Data Labs merupakan salah satu elemen dari data center dan telah dimiliki oleh hampir semua organisasi di lingkungan perpustakaan khusus untuk instansi pemerintah maupun swasta, atas nama data dan information center. Istilah lab data menjadi fokus kajian dalam fungsinya untuk memaksimalkan penggunaan data (reusable data) di repositori institusi dan umumnya dikelola oleh perpustakaan khusus. Pembahasan difokuskan pada materi yang menjawab fungsi/peran perpustakaan khusus sebagai lab data; tantangan saat ini dan masa depan; bagaimana profesional informasi menanggapi tantangan ini; serta bagaimana melihat potensi dari koleksi dan konten yang mereka miliki. Analisis survei dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam merupakan salah satu bentuk pendekatan penelitian dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar responden telah berperan dalam mendukung keterbukaan data di lembaganya, dan memiliki beberapa fungsi lab data. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut yaitu poin untuk role yang dimiliki (digital divide, data management, dan knowledge workers), poin challenge (kebijakan dan ekosistem keterbukaan data), response point (targeted-groups, proses bisnis). , rencana aksi, dan peningkatan keterampilan), serta poin untuk koleksi dan konten potensial yang dimiliki oleh lembaga (advokasi, analisis kebutuhan, prinsip data terbuka, dan inklusivitas). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan dalam menentukan posisi perpustakaan khusus dengan fungsi lab data untuk mendukung kinerja institusi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam mendukung transformasi fungsi ini, diperlukan penyediaan pegawai yang kompeten sesuai dengan kebutuhan perkembangan konten repositori data ke depan, serta sejalan dengan program pemerintah dan masyarakat global terkait data. transparansi dan tata kelola di Indonesia.
2. Pelestarian bahan pustaka atau koleksi perpustakaan merupakan upaya yang dilakukan agar bahan pustaka dapat digunakan oleh generasi mendatang. Makalah ini menjelaskan tentang metode penjilidan “Malaysia” yang digunakan oleh Sub Bagian Teknik Bahan Jilid Perpustakaan Nasional RI dalam melestarikan koleksi majalah seperti tabloid dan surat kabar. Selain itu, tulisan ini juga memaparkan beberapa kelebihan dan kekurangan yang terlihat dari penggunaan metode “Malaysia” serta sejarah awal penggunaan metode ini dalam melestarikan koleksi majalah di Perpustakaan Nasional RI. Penulisan ini bertujuan agar para pembaca khususnya pengelola perpustakaan mengetahui dan menambah wawasan tentang metode penjilidan “Malaysia”. Metode penulisan ini adalah melalui penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penelitian lapangan, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan Nasional RI menggunakan metode ini setelah mempelajarinya dari Malaysia pada Mei 1990. Dari pengamatan diketahui juga bahwa metode ini memiliki beberapa keunggulan yaitu hasil penjilidan lebih kuat, koleksi lebih terjaga, penjilidan dapat dirakit dan memiliki sisi estetika. Sedangkan kekurangan dari metode penjilidan ini adalah prosesnya cenderung lebih lama, lebih mahal, tidak dapat diletakkan di rak yang terlalu banyak karena koleksi akan bergeser ke belakang, halaman cenderung mudah lepas jika jahitannya kurang kuat, dan hanya dapat digunakan dalam mengikat koleksi berkala.
Ketersediaan
| MED-06/28/1/2021 | MED-28/1/2021 | Perpustakaan Pusat (MED-06/28/1/2021) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
| MED-07/28/1/2021 | MED-28/1/2021 | Perpustakaan Pusat (MED-07/28/1/2021) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
MED-28/1/2021
|
| Penerbit | Majalah Media Pustakawan : Jakarta., 2021 |
| Deskripsi Fisik |
85 hlm; 35 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
0852-9248
|
| Klasifikasi |
MED-28/1/2021
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Vol. 28 No. 1
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Sulaiman, Madiareni
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






