No image available for this title

Text

Edulangue : Journal Of English Language Education (Ardiyani Widya Permatasari Dkk)



CAT :
1. A Study Of Elf Students' Awareness On Apology Through Cross Cultural Learning Activities (Ardiyani Widya Permatasari, Diah Kristina, Sumardi)
2. A Morpho-Syntactic Error Analysis Of Students' Writing At The State Madrasah Tsanawiyah Of Sukoharjo (Bayu Nandra Ramadhan, Endang Fauziati, Suparno)
3. The Effects Of Emotional Intelligence On Students' Speaking Class (Meiva Eka Sri Sulistyawati)
4. Facebook: An Effective Web 2.0 Technology For Blended EFL Classrooms In Indonesia (Husnawadi, Nanang Sugianto)
5. Thematic Progression On Third Grade Students' Writing In www. Thewritesource.com

1. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jenis kegiatan pembelajaran lintas budaya yang digunakan yang berkontribusi pada kesadaran siswa EFL tentang fungsi permintaan maaf, dan bagaimana proses tersebut terjadi di tingkat tersier EFL. Data yang dianalisis dalam penelitian ini dikumpulkan di Universitas Kristen Satya Wacana dan Universitas Sebelas Maret. Penelitian ini merupakan metode campuran dengan menggunakan kuesioner dan wawancara yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya. Data kuantitatif diperoleh dari enam mahasiswa EFL Indonesia dengan menggunakan Discourse Completion Tasks Questionnaires (DCTQ), sedangkan data kualitatif diperoleh dari wawancara individu yang dilakukan dengan enam mahasiswa EFL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat diskusi kelompok dan role playing yang digunakan sebagai kegiatan pembelajaran lintas budaya yang berkontribusi terhadap kesadaran siswa EFL pada fungsi permintaan maaf. Temuan lain juga menunjukkan penggunaan strategi permintaan maaf dalam kedua kegiatan pembelajaran tersebut. Diungkapkan bahwa siswa EFL menggunakan banyak strategi permintaan maaf bahwa mereka sangat menyadari bagaimana menggunakan formulir permintaan maaf yang memadai untuk memenuhi persyaratan situasi dan hubungan tertentu, dan bahwa mereka merasa perlu untuk menjelaskan dan menghindari interpretasi tanggapan mereka sebagai permintaan maaf. .

2. Bahasa Inggris dianggap sebagai bahasa asing pelajar Indonesia yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Karena menulis dalam bahasa Inggris adalah pengalaman yang menantang bagi siswa Indonesia, mereka terkadang melakukan kesalahan dalam tata bahasa dan struktur kalimat. Kesalahan siswa dianggap sebagai sumber terbaik untuk mengidentifikasi kekurangan keterampilan menulis siswa. Mereka dapat bermanfaat bagi guru, peserta didik, penyedia buku teks, sistem pendidikan dan sebagainya. Penelitian kualitatif deskriptif ini menyelidiki taksonomi linguistik EFL bahasa Indonesia dari kesalahan morfo-sintaksis dan sumber kesalahannya. Partisipan penelitian ini adalah siswa kelas III Madrasah Tsanawiyah Negeri Sukoharjo. Mereka diminta untuk menulis teks deskriptif tentang ibu mereka. Setelah mengumpulkan data dan mengkategorikan dan mengidentifikasi area yang salah dalam pekerjaan mereka, data dianalisis menggunakan taksonomi linguistik kesalahan yang diciptakan oleh Keshavarz (2006). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bagian yang paling sering dari kesalahan siswa berdasarkan kesalahan morfo-sintaksis adalah "kesalahan karena kurangnya kesesuaian" dan frekuensi minimum ditemukan "salah urutan kata". Kemudian, kesalahan yang paling umum dilihat dari sumber kesalahannya adalah kesalahan generalisasi yang berlebihan, dan frekuensi minimum terkait dengan kategorisasi kesalahan.


Ketersediaan

EDU-03/1/1/2018EDU-1/1/2018Perpustakaan Pusat (EDU-03/1/1/2018)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
EDU-1/1/2018
Penerbit FTK UIN Mataram : Mataram.,
Deskripsi Fisik
142 hlm; 25 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
2622-8777
Klasifikasi
EDU-1/1/2018
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Vol. 1 No. 1
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this