Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Qawwam : Journal For Gender Mainstreaming/ Siti Nurul Khaerani Dkk
CAT :
1. Faktor Ekonomi dalam Pernikahan Dini pada Masyarakat Sasak Lombok (Siti Nurul Khaerani)
2. Review Teoritik Pemerolehan Bahasa dan Bakat Bahasa Bagi Anak (Nurul Lailatul Khusniyah)
3. Pendekatan T-Group Dynamic dalam meningkatkan Kemandirian Remaja (Iqbal Bafadal)
4. Pelaksanaan Diversi pada Sistem Peradilan ANak (Darmini)
5. Penelantaran Orang Tua dalam Lingkup Rumah Tangga Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia (Wardah Nuroniyah)
1. Pernikahan dini merupakan merupakan pernikahan yang terjadi pada usia yang masih belum cukup dewasa.Di Lombok pernikahan dini masih cukup tinggi terjadi. Terkait dengan fenomena pernikahan di bawah umur yang terjadi di masyarakat Nusa Tenggara Barat, Gubernur NTB mengeluarkan kebijakan melalui surat edaran gubernur NTB tentang pendewasaan usia perkawinan yang bertujuan untuk meminimalisir para pelaku nikah dini khususnya di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Informan yaitu pelaku dan keluarga. Kondisi pelaku pernikahan dini pada saat melangsungkan pernikahan rata-rata putus sekolah mulai dari kelas 2 SMP, dengan rata-rata pelaku pernikahan usia dini berusia sekitar 15-19 tahun. Faktor ekonomi merupakan salah satu penyebab terjadinya pernikahan dini, yaitu tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolah menyebabkan mereka berfikir lebih baik menikah dari pada menganggur. Selain itu terdapat juga karena adanya faktor sosial atau lingkungan dan pendidikan. Pernikahan dini memberikan dampak baik dari segi kesehatan, pendidikan dan kemiskinan
2. Pemerolehan bahasa menjadi kajian menarik tentang cara orang memperoleh bahasa pertama ataupun bahasa kedua. Individu memperoleh kecakapan bahasa bukan karena kelahirannya semata melainkan karena perkembangan dan pengalaman hidupnya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih mendalam tentang konsep teori keterkaitan pemerolehan bahasa dan bakat bahasa. Kajian dalam penelitian ini difokuskan pada kontroversi antara nurture dan nature. Teori ini menggambarkan pemerolehan bahasa yang diperoleh secara alami dan proses pembentukan. Bakat bahasa memiliki fase yang berbeda dalam proses pemerolehan bahasa.
Ketersediaan
| QAW-02/13/01/2019 | QAW-13/01/2019 | Perpustakaan Pusat (QAW-02/13/01/2019) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
QAW-13/01/2019
|
| Penerbit | Pusat Studi Gender Dan Anak (PGSA) : Jakarta., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
84 hlm; 30 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
1978-9378
|
| Klasifikasi |
QAW-13/01/2019
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Vol. 13 No. 1
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Siti Nurul Khaerani
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






