No image available for this title

Text

Komunike : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam/ Andi Fariana Dkk



Cat :
1. Teori Kebenaran Menurut Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun Dalam Perspektif Filsafat Ilmu Dakwah (Andi Fariana)
2. Menimbang Peran dan Posisi Media Massa Dalam Pemilukada (Kadri & Khairy Juanda)
3. DImensi-DImensi Edukasi Dalam Komunikasi (Ahyar)
4. Implikasi Komunikasi Interpersonal Terhadap Perubahan Sikap Individu (Siti Nurul Yaqinah)
5. Membangun Tradisi Pengawasan Kolaboratif Untuk Mendorong Terwujudnya Media Penyiaran Yang Sehat (Suhadah)
6. Etika Dakwah Perspektif Al-Quran (Lalu Ahmad Zaenuri)

1. Kajian ini mencoba menggali pemikiran dua tokoh dunia filsafat Islam, Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun, yang kebesarannya diakui dunia barat. Kedua filosof ini memiliki kesamaan pandangan tentang kebenaran, bahwa kebenaran hakiki adalah kebenaran yang bersumber dari agama dan dalam hal ini kebenaran berasal dari wahyu yang diturunkan oleh Allah melalui Nabi. Namun, Al-Ghazali meyakini bahwa kebenaran hakiki yang datang dari Tuhan tidak mengurangi pentingnya akal manusia sebagai instrumen atau sebagai alat untuk menemukan kebenaran hakiki. Sedangkan persepsi Ibnu Khaldun lebih “down to earth”. Pemahaman Ibnu Khaldun yang mendalam tentang filsafat sejarah membawanya untuk secara cerdas menerapkan esensi kebenaran yang bersumber dari agama dalam teori-teori sosial.

2. Perbincangan tentang peran dan fungsi media massa selalu terkait dengan perdebatan tentang independensi. Namun independensi media massa sampai hari ini masih debatable. Media ethics menuntut lembaga media untuk bisa bersikap netral terhadap individu atau kelompok yang diliputnya. Media diharapkan dapat menjadi penetral dari segala konflik kepentingan yang ada dalam lingkungan dunia politik (PEMILUKADA). Menjadi pengontrol dan pengawas yang konstruktif bagi publik. Media mempunyai peran yang signifikan dalam PEMILUKADA, oleh karenanya media diharapkan mampu menjadi kontrol yang efektif (tidak malah menjadi pemain ketiga) dalam konflik-konflik yang terjadi terkait dengan kepentingan politik. Media massa memiliki posisi strategis dalam membangun dan mengawal kehidupan demokrasi. Tidak heran bila sejak kehadirannya, media massa telah menjadi pusat perhatian berbagai politisi dan pemimpin dunia hingga pemimpin lokal. Ekspektasi yang tinggi terhadap media massa tidak semestinya membuatnya melupakan peran pokok yang harus dilakoninya, terutama dalam mengawal demokrasi lewat informasi yang mendidik dan kontrol sosial (social surveillance). Dalam hubungannya dengan PEMILUKADA, ada beberapa peran yang bisa dimainkan untuk memaksimalkan kualitas PEMILUKADA. Pertama, media sebagai guru politik, media harus menyampaikan informasi yang utuh tentang realitas PEMILUKADA. Kedua, media sebagai pengontrol kritis-konstruktif. Ketiga, media sebagai perekat sosial.


Ketersediaan

KOM/03/6/1/2014KOM/6/1/2014Perpustakaan Pusat (KOM/03/6/1/2014)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
KOM/6/1/2014
Penerbit IAIN Mataram Press : Mataram.,
Deskripsi Fisik
78 hlm; 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
2086-3349
Klasifikasi
KOM/6/1/2014
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Vol. 6 No. 1
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this