<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="30344">
 <titleInfo>
  <title>Komunike :</title>
  <subTitle>Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam/ Andi Fariana Dkk</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fariana, Andi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AHYAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KADRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZAENURI, Lalu Ahmad</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suhadah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Juanda, Khairi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yaqinah, Siti Nurul</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Mataram</placeTerm>
   <publisher>IAIN Mataram Press</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>78 hlm; 30 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cat :&#13;
1. Teori Kebenaran Menurut Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun Dalam Perspektif Filsafat Ilmu Dakwah (Andi Fariana)&#13;
2. Menimbang Peran dan Posisi Media Massa Dalam Pemilukada (Kadri &amp; Khairy Juanda)&#13;
3. DImensi-DImensi Edukasi Dalam Komunikasi (Ahyar)&#13;
4. Implikasi Komunikasi Interpersonal Terhadap Perubahan Sikap Individu (Siti Nurul Yaqinah)&#13;
5. Membangun Tradisi Pengawasan Kolaboratif Untuk Mendorong Terwujudnya Media Penyiaran Yang Sehat (Suhadah)&#13;
6. Etika Dakwah Perspektif Al-Quran (Lalu Ahmad Zaenuri)&#13;
&#13;
1. Kajian ini mencoba menggali pemikiran dua tokoh dunia filsafat Islam, Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun, yang kebesarannya diakui dunia barat. Kedua filosof ini memiliki kesamaan pandangan tentang kebenaran, bahwa kebenaran hakiki adalah kebenaran yang bersumber dari agama dan dalam hal ini kebenaran berasal dari wahyu yang diturunkan oleh Allah melalui Nabi. Namun, Al-Ghazali meyakini bahwa kebenaran hakiki yang datang dari Tuhan tidak mengurangi pentingnya akal manusia sebagai instrumen atau sebagai alat untuk menemukan kebenaran hakiki. Sedangkan persepsi Ibnu Khaldun lebih “down to earth”. Pemahaman Ibnu Khaldun yang mendalam tentang filsafat sejarah membawanya untuk secara cerdas menerapkan esensi kebenaran yang bersumber dari agama dalam teori-teori sosial.&#13;
&#13;
2. Perbincangan  tentang  peran  dan  fungsi  media  massa  selalu  terkait  dengan  perdebatan tentang independensi. Namun independensi media massa sampai hari ini masih debatable. Media ethics menuntut lembaga media untuk bisa bersikap netral terhadap individu atau kelompok  yang  diliputnya.  Media  diharapkan  dapat  menjadi  penetral  dari  segala  konflik kepentingan yang ada dalam lingkungan dunia politik (PEMILUKADA). Menjadi pengontrol dan pengawas yang konstruktif bagi publik. Media mempunyai peran yang signifikan dalam PEMILUKADA, oleh karenanya media diharapkan mampu menjadi kontrol yang efektif (tidak malah menjadi pemain ketiga) dalam konflik-konflik yang terjadi terkait dengan kepentingan politik. Media  massa  memiliki  posisi  strategis  dalam  membangun  dan  mengawal  kehidupan demokrasi. Tidak heran bila sejak kehadirannya, media massa telah menjadi pusat perhatian berbagai politisi dan pemimpin dunia hingga pemimpin lokal. Ekspektasi yang tinggi terhadap media massa tidak semestinya membuatnya melupakan peran pokok yang harus  dilakoninya, terutama dalam mengawal demokrasi lewat informasi yang mendidik dan kontrol sosial (social surveillance).  Dalam  hubungannya  dengan  PEMILUKADA,  ada  beberapa  peran  yang  bisa dimainkan  untuk  memaksimalkan  kualitas  PEMILUKADA. Pertama,  media  sebagai  guru politik,  media harus menyampaikan informasi yang utuh tentang realitas PEMILUKADA. Kedua,  media sebagai pengontrol kritis-konstruktif. Ketiga, media sebagai perekat sosial.</note>
 <note type="statement of responsibility">Andi Fariana</note>
 <subject authority="">
  <topic>Media massa</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Filsafat Ilmu</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>KOMUNIKASI INTERPERSONAL</topic>
 </subject>
 <classification>KOM/6/1/2014</classification>
 <identifier type="isbn">20863349</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan UIN Mataram Online Public Access Catalog</physicalLocation>
  <shelfLocator>KOM/6/1/2014</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KOM/03/6/1/2014</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (KOM/03/6/1/2014)</sublocation>
    <shelfLocator>KOM/6/1/2014</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>30344</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-07-13 08:28:12</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-07-13 08:28:45</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>