Detail Cantuman
Advanced Search
Text
El- Hikam : Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislaman/ Weli Arjuna Wiwaha dkk
Cat :
1. Manajemen Mutu Guru/ Ustadz di Pondok Pesantren (Weli Arjuna Wiwaha)
2. Filsafat Pendidikan Islam dalam Tradisi Sasak (Sobirin)
3. Hipotesis Model Pengembangan dan Strategi Pemasaran Usaha Mikro (Sahirul Alim)
4. Akselerasi Pertumbuhan dan Perkembangan Bank Syariah di Indonesia (Rusdan)
5. Kenabian dalam Pandangan Abu Bakar Ar-Razi (Firdausi Nuzula)
6. Implementasi E-Learning Pada Lembaga Pendidikan Pesantren (Izzul Fatawi)
1. Perkembangan Pondok pesantren di nusantara semakin signifikan, melebihi jumlah lembaga pendidikan pemerintah. Bahkan di beberapa daerah jumlah pondok pesantren dapat mencapai 3 banding 1 dari lembaga pendidikan negeri dan swasta umum. Namun perkembangan kuantitas pondok pesantren tidak berbanding lurus dengan kualitas dan mutu pondok pesantren sendiri. Baik, proses belajar mengajar, kualitas sumber daya, manajemen, pembiyaan dan keuangan dan tidak kalah penting kualitas guru/ustadz. Pondok pesantren mempunyai potensi yang tidak didapatkan pada sekolah umum dan sekolah negeri yang dikelola oleh pemerintah daerah. Secara kualitas, seharusnya dapat lebih baik, karena sistem boarding school, memungkinkan peserta didik lebih dapat dibina dengan baik. Secara ekonomi sendiri, perputaran keuangan pondok pesantren sangat stabil dan sangat menjajikan. Maka dengan itu dapat menjamin mutu dan kualitas guru guru/ustadz di pondok pesantren.Guru/Ustadz menjadi tumpuan dasar bagi berkembangnya satu pondok pesantren. Karena dengan tanpa pembinaan ustadz, maka sangat tidak mungkin dapat tercapai mutu pendidikan yang baik. Kajian ini akan membahas tentang aspek-aspek yang harus menjadi perhatian dalam proses penjaminan mutu dan kualitas ustadz di pondok pesantren, terutama pondok-pondok pesantren dalam tahap rintisan dan perkembangan. Karena ruh pondok pesantren akan hidup apabila ada guru/ustadz/pengasuh yang dapat menjalankan roda pondok pesantren.
2. Sasaran filsafat Pendidikan Islam dalam membentuk kesadaran secara komprehensif tidak saja bersumber dari Al-Quran dan Hadis namun juga harus mempertimbangkan “hal luar” yang sifat dan bentukannya telah mengakar dalam mainstream individu. Hal luar tersebut dapat berupa tradisi yang mengandung nilai-nilai universal. Tradisi Sasak, dalam cakupannya yang luas telah mereposisi dirinya untuk terserap ke pelbagai ranah yang dapat pula dijadikan sebagai pijakan awal dan acuan dalam pendidikan Islam dengan sistem maliq dan merang-nya. Kata Kunci: Filsafat, Pendidikan, Tradisi, Sasak
Ketersediaan
| ELH/02/V/2/2012 | ELH/V/2/2012 | Perpustakaan Pusat (ELH/02/V/2/2012) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
iv; 154 hlm; 25 cm
|
|---|---|
| No. Panggil |
ELH/V/2/2012
|
| Penerbit | P3M STAI NURUL HAKIM : Lombok Barat NTB., 2012 |
| Deskripsi Fisik |
-
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
1978-2152
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Vol. V No. 2
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Weli Arjuna Wiwaha
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






