Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Ulumuna : Jurnal Studi Keislaman/ Abdullah Satar dkk
Cat :
1. Filsafat Islam: Antara Duplikasi dan Kreasi (Abdullah Satar)
2. Al-Hikmah Al-Muta'aliyah: Pemikiran Metafisika Eksistensialistik Mulla Shadra (Sholihan)
3. Panenteisme dalam pemikiran Barat dan Islam (Suhermanto Jafar)
4. Metode Pembacaan Turats Arab-Islam: Perspektif Muhammad "Abid Al- Jabiri (Abdul Mukti Ro'uf)
5. Hermeneutika Al-Qur'an: Antara Pemaknaan Tekstual dan Kontekstual (Slamet Mulyono R)
6. Menimbang Kembali Paradigma FIlsafat Islam Dalam Bangunan Keilmuan Islam Kontemporer (Aksin Wijaya)
7. Kontribusi Filsafat Ilmu dalam Studi Ilmu Agama Islam: Telaah Pendekatan Fenomenologi (Mulyadi)
8. SIgnifikansi Teori Popper, Kuhn, dan Lakatos Terhadap Pengembangan Ilmu-Ilmu Keislaman (Ahmad Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman) (Ahmad Choirul Rofiq)
9. Elusidasi FIlosofis Kebhinekaan Keagamaan: Refleksi atas Pluralisme Keberagaman Era Postmodern (Win Usuluddin)
1. Tulisan ini mencoba mengelaborasi pemikir-pemikir muslim yang dengan intens menjawab keraguan para orientalis terhadap kemampuan dan kemandirian pemikir-pemikir muslim dalam berfilsafat. Mereka menunjukkan bahwa para filosof muslim tidak sekedar menduplikasi filsafat yang telah mapan sebelumnya, melainkan berkreasi sendiri melalui sumber utamanya yaitu al-Qur’an.
2. Di antara tokoh-tokoh berjasa yang mengembangkan pemikiran illuminatif yang digagas oleh Suhrawardi adalah Shadr al-Dîn al-Shirazi, juga dikenal sebagai Mulla Sadra. Ia terkenal dengan pemikiran al-Hikmah al-Muta'âliyyah atau teosofi transenden, sebuah upaya harmonisasi wahyu, gnosis, dan filsafat. Dia mengobarkan ide dimana logika terkubur dalam lautan cahaya gnosis. Dia menyebut sintesis—salah satu yang dia anggap sebagai dasar khusus dari tiga jalan utama menuju kebenaran bagi manusia, yaitu: wahyu (wahy atau shar'), intelek ('aql), dan visi mistik (Kashfi)—sebagai al-Hikmah. al-Muta'âliyyah atau teosofi transenden. Ia berhasil membuat sintesis antara metode deduktif Peripatetik, metode pencerahan, metode pengembaraan 'irfân atau tasawuf, dan metode Kalam. Jika pemikirannya dibandingkan dengan pemikiran eksistensialistik Barat, maka ada titik kesamaan di antara mereka tidak hanya dari segi bahasa teknis, tetapi juga dalam hal substantif.
Ketersediaan
| ULU/31/14/1/2010 | ULU/14/1/2010 | Perpustakaan Pusat (ULU/31/14/1/2010) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
ULU/14/1/2010
|
| Penerbit | IAIN Mataram Press : Mataram., 2010 |
| Deskripsi Fisik |
226 hlm; 26 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
1411-3457
|
| Klasifikasi |
ULU/14/1/2010
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Vol. XIV No. 1
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Abdullah Satar
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






