Detail Cantuman
Advanced Search
Text
El- Hikam : Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislaman/Siti Nurul Yaqinah dkk
Cat:
1. Eksistensi Pendidik dalam Pemberdayaan Pendidikan Islam (Siti Nurul Yaqinah)
2. Implikasi Wacana Gender dalam Media terhadap Pendidikan Islam (Retno Sirnopati)
3. Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Lembar Kegiatan Pembelajaran Berbasis Masalah (LKPBM)
4. Islam dan Gender: Refleksi terhadap Tuntutan Kesetaraan Gender (L. Ahmad Zaenuri)
5. Agama Sebagai Pendorong Perubahan Sosial (M. Ahyar Zaenuri)
6. Ibnu Arabi dan Doktrin Wahdat al-Wujud (Haeruman Rusandi)
7. Kaidah-Kaidah al-'Urf dalam Bidang Muamalah (Jaya Miharja)
8. Belajar Cinta Plus dari Rabi'ah Al- Adawiyah (Adi Fadli)
1. Hal ini yang pada akhirnya menyebabkan manusia dapat menjalankan tugas yang telah dibebankan Allah. Manusia dicoba didewasakan dan di-insānkāmil-kan melalui pendidikan sebagai elemen yang berpretensi positif dalam pembangunan kehidupan yang berkeadaban. Pendidikan Islam dalam prosesnya harus berlangsung secara konsisten dengan nilai-nilai, karena Islam sebagai agama wahyu mengandung sistem nilai yang menjadi pedoman hidup umat manusia dalam segala bidang termasuk bidang pendidikan. Dari pemikiran ini, maka pendidikan merupakan tindakan sadar dengan tujuan memelihara dan mengembangkan fitrah serta potensi (sumber daya) insani menuju terbentuknya manusia seutuhnya (insān kāmil). Oleh karena dasarnya yang demikian, salah satu aspek penting dan mendasar dalam pendidikan adalah aspek pendidik. Pendidik merupakan spiritual father bagi peserta didik yang menjadi sumber ilmu dan moral untuk membentuk peserta didiknya menjadi orang yang berilmu, berakhlak mulia, dan mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik potensi psikomotor, kognitif maupun afektif. Potensi tersebut harus dikembangkan secara seimbang sehingga eksistensi pendidik dalam pemberdayaan pendidikan dapat tercapai dan dapat melaksanakan fungsi kekhalifahannya di muka bumi dengan baik.
2. Gender merupakan salah satu wacana penting untuk didiskusikan dalam ranah akademik dan wacana sosial. Dalam kancah sosial wacana ini tidak sehangat apa yang didiskusikan dalam ranah akademik. Hal ini terlihat ketika persoalan-persoalan gender tidak begitu mendapat perhatian yang cukup proporsional di kalangan masyarakat. Namun demikian dengan terbukanya akses media, wacana gender kerap mendapat perhatian tidak hanya dikalangan akademisi bahkan juga sampai kepada kalangan non-akademis untuk tidak mengatakan masyarakat kelasa bawah. Dengan gencarnya media me-warta-kan wacana gender tersebut, semua pihak merasa bertanggungjawab menjelaskan persoal-persolan gender tersebut. Tulisan ini mencoba menguraikan beberapa wacana gender yang sebenarnya persoalan klasik tetapi menjadi menghangat ketika media “ikut campur” dalam menangani dengan cara yang tidak proporsional. Persoalan tersebut akan menjadi tumpang tindih ketika tidak dilihat dengan kacamata agama baik secara normatif maupun empiris-historis yang nantinya akan berimplikasi terhadap dunia pendidikan.
Ketersediaan
| ELH/01/IV/1/2011 | ELH/IV/1/2011 | Perpustakaan Pusat (ELH/01/IV/1/2011) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
ELH/IV/1/2011
|
| Penerbit | IAIN Mataram Press : Mataram., 2011 |
| Deskripsi Fisik |
155 hlm; 24 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
1978-2152
|
| Klasifikasi |
ELH/IV/1/2011
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Vol. IV No. 1
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Siti Nurul Yaqinah
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






