No image available for this title

Text

Jurnal Smart: Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi/ Ahmad Muntakhib dkk



Cat:
1. Aktualisasi Etika dan Murid Al-Amili di Era Disrupsi (Ahmad Muntakhib, Fatah Syukur, Syamsul Ma'arif, dan Mustohfa)
2. Pembentukan Karakter Kemandirian Santri Pada Madrasah Berbasis Pesantren (Saimroh)
3. Dimensi Ideologis Pendidikan Sejarah Islam (Ahmad Yusuf Prasetiawan dan Lisa'DIyah Ma'rifataini)
4. Kontribusi Keterampilan Manajerial Kepala Madrasah dan Budaya Kerja Terhadap Profesionalisme Guru Madrasah Aliyah (Noor Miyono, DIas Andris Susanto, Laela WIhdatul Arifah)
5. Sikap Tolerensi Siswa Madrasah Aliyah di Kabupaten Kendal (Nugroho Eko Atmanto dan Umi Muzayanah)
6. Wawasan Kebangsaan Pada Layanan Pendidikan Keagamaan Umat Konghucu di Lembaga Litang Cibinong (Elma Haryani, Syahrul Adam, dan Muhammad Murtadlo)
7. Pola Penyebaran Hoaks pada Kalangan Mahasiswa Perguruan Tinggi Islam di Bandung Jawa Barat (Moh. Dulkiah dan Paelani Setia)
8. Membadakan Paja: Pergumulan Islam dan Tradisi Lokal di Nagari Kamang Mudiak Kabupaten Agam Sumatera Barat (Gusnanda, Novizal Wendry, dan Luqmanul Hakim)
9. Suru Maca: Tradisi Menyambut Bulan Ramadhan Masyarakat Desa Pakkabba Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan (Abdul Rahman, Muhammad Syukur, dan Abdul Aziz)
10. Korupsi Kecil Pada Layanan Keagamaan Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Buddha (Dian Hafit Syaifullah)

1. Salah satu ulama yang meletakkan dasar-dasar etika guru dan murid adalah Zainuddin bin Nuruddin ‘Ali bin Ahmad Al-‘Amili Al-Juba'i atau yang dikenal dengan Al-‘Amili. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan aktualisasi etika guru dan murid menurut Al-‘Amili dalam konteks era disrupsi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yakni metode penelitian kepustakaan dengan sumber data primer kitab Munyah al-Murīd fī Adab al-Mufīd wa al-Mustafīd karya Al-‘Amili. Analisis dilakukan dengan teknik Content Analysis. Penelitian ini menemukan etika guru dan murid dapat berlaku secara umum yaitu guru dan murid memiliki etikanya masing-masing dalam proses pendidikan.

2. siswanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemandirian santri dan upaya-upaya yang dilakukan dalam pembentukan kemandirian santri di Madrasah Aliyah Al-Hamidiyah. Metode penelitian dengan pendekatan mix-methode, di mana pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan didukung dengan metode observasi, wawancara,dan studi dokumen. Data penelitian dianalisa dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa secara umum indeks kemandirian santri pada Madrasah Aliyah Al Hamidiyah berada pada kategori tinggi. Pencapaian indeks kemandirian emosional (emotional autonomy) santri berada pada kategori tinggi, kemandirian perilaku (behavioral autonomy) pada kategori tinggi, dan kemandirian nilai (value autonomy) pada kategori sangat tinggi. Upaya pembentukan karakter kemandirian dilakukan dengan integrasi melalui kurikulum, pengembangan diri, dan pembiasaan atau budaya. Kendala yang dihadapi dalam upaya pembentukan karakter berasal dari faktor internal dan eksternal. Hasil penelitian ini merekomendasikan perlunya Kementerian Agama dan lembaga pendidikan Islam mengembangkan formula kebijakan penguatan pendidikan karakter yang lebih kreatif, inovatif dan memiliki ciri khas pendidikan Islam.


Ketersediaan

SMA/05/06/02/2020SMA/06/02/2020Perpustakaan Pusat (SMA/05/06/02/2020)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
SMA/06/02/2020
Penerbit Balai Penelitian dan Pengembangan Agama semarang : Semarang.,
Deskripsi Fisik
306 hlm; 29 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
2528-553X
Klasifikasi
SMA/06/02/2020
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Vol. 06 No. 02
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this