No image available for this title

Text

Penamas: Jurnal Penelitian Keagamaan dan Kemasyarakatan/ Syofyan Hadi dkk



Cat:
1. Moderasi Teologis dan Sufistik di Nusantara dalam Naskah-naskah Puisi Keagamaan Ulama Minangkabau (Syofyan Hadi)
2. Merawat Tradisi, Menjawab Tantangan: Upaya Kontekstualisasi dalam Kajian dan Pembelajaran Kitab di Sumatera Barat (Agus Iswanto)
3. Penanaman Nilai-nilai Nasionalisme melalui Pendidikan Agama Pada Sekolah Menengah Atas di Perbatasan Negara: Implementasi di SMAN 1 Jagoibabang Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat (A.M. WIbowo)
4. Efektivitas Prosedur Pendaftaran Haji Melalui Rekayasa Ulang Proses Bisnis (Achmad Nidjam )
5. Seni Sharaf Al- Anam dan Rodat di Palembang Sebagai Seni Bernuansa Keagamaan (Zulkarnain Yani)
6. Madrasah DIniyah Takmiliyah dalam Perspektif Standar Pelayanan Minimal di Kabupaten CIrebon (Abdul Basid)
7. Shaikh Kemas Muhammad Azhari (1856-1932): Karya-karya dan Pemikiran Ulama Palembang (Muhamad Rosadi)
8. Madrasah Diniyah Takmiliyah Di Kota Bandung: Menuju Pencapaian Standar Pelayanan Minimum (Mulyana)
9. Potret Kinerja dan Pelayanan Publik Oleh Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) di Kabupaten Tangerang: Kasus KUA Kecamatan Cikupa, Curug, Teluk Naga, dan Kosambi (Ismail)
10. Penyelengaraan Kursus Pra Nikah di Kabupaten Purwarkarta: Kasus KUA Purwakarta, Cibatu, dan Babakan Cikao (Daniel Rabitha)

1. Tulisan ini menyajikan tentang pemikiran dua ulama Minangkabau dalam karyanya, yakni Shaikh Isma’il al-Minangkabawi (w. 1840) dengan karyanya yang berjudul al-Manḥāl dan Shaikh Sa‘id Bonjol (w. 1979) dengan karyanya berjudul Naẓām al-Waṣiyah. Mengingat dua karya ini adalah teks sastra, yang berupa kumpulan bait-bait puisi, maka analisis makna dilakukan dengan menggunakan metode pembacaan model semiotik yang terdiri atas pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik. Penelitian ini membuktikan betapa kuatnya upaya ulama Nusantara dalam melakukan kontekstualisasi terhadap ajaran Islam yang mereka terima di Timur Tengah, yang berupa konsep-konsep ajaran Islam baik dalam konteks teologi, syariat, hingga tasawuf. Ulama-ulama Nusantara, sebagaimana tercermin dalam dua karya ulama Minangkabau ini telah menunjukkan kearifan mereka dalam merespon kebutuhan masyarakat Islam di Nusantara yang berbeda dengan masyarakat Arab dan Timur Tengah baik secara geografis, sosial maupun kultural, dengan melakukan moderasi teologis dan sufistik.

2. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang upaya kontekstualisasi yang dilakukan pesantren dalam kajian dan pembelajaran kitab di Sumatera Barat. Hal ini penting untuk melihat upaya kalangan pesantren terkait dengan relevansi aktivitas kajian dan pembelajaran kitab dengan permasalahan agama yang muncul dalam kurun kekinian. Penelitian ini dilakukan di dua corak pesantren yang berbeda dalam sejarah perkembangannya. Data data dikumpulkan dengan telaah teks, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa aktivitas kajian dan pembelajaran kitab di pesantren masih berlangsung dengan beberapa perkembangan, baik dalam hal materi kitabnya maupun metode pengkajian dan pembelajarannya. Selain metode lama, yakni membacakan kitab di kelas, pesantren-pesantren tersebut menerapkan dua metode lainnya, yakni berdiskusi dan menulis makalah. Dua metode terakhir tersebut terfokus pada upaya memahami dan mengkontekstualisasikan kitab.


Ketersediaan

PEN/33/28/3/2015PEN/28/3/2015Perpustakaan Pusat (PEN/33/28/3/2015)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
PEN/28/3/2015
Penerbit Kementerian Agama RI Balai Penelitian dan Pgembangan Agama Jakarta : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
iv, 532 hlm; 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
0215-7829
Klasifikasi
PEN/28/3/2015
Tipe Isi
-

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this