No image available for this title

Text

Ulumuna : Journal Of Islamic Studies/ Al Makin dkk



CAT:
1. Are There Any Indonesian Philosopher? Dealing WIth A Common Question And Possible Answers (Al Makin)
2. Ibn 'Arabi's Thought On Wahdat Al Wujud And Its Relevance To Religious Diversity (Umi Sumbulah)
3. 'Allamah Tabatabats View On Nafs Al-Amr: An Ontological Basis For The Correspondence Of Proposition (Sihabudin)
4. Abu Al- Hasan Muhammad Bin Yusuf Al - Amiri's View On Religion (Zuhri)
5. Al- Gazali's Critique Against The Muslim Philosophers In Tahafut Al-Falasifah (Qurrotul Aini)
6. Spirit Of Liberation And Justice In Farid Esack's Hermeneutics Of Qur'an (Erik Sabti Rahmawati)
7. To Be Excellent Society: Comparative Analysis Between Western And Muslim Philosophers (Humaidi)
8. The Debate About Argument And Spirit Of Works Of Al-Gazali's And IBn Rushd's As Well As The Implication On Islamic Thoughts (Fathurrahman Muhtar)
9. Khaleed Abou El Fadl's Hermeneutic: A Newly Proposed Insight To Review Ibn Rushd's Theory Of Despotic Interpretation Of The Qur'an (Muzzayyin)

1. Artikel ini adalah upaya untuk mengungkap gagasan, atau kemungkinan untuk merebut kembali, filsafat Indonesia, tetapi artikel ini tidak bermaksud untuk membaca secara rinci karya-karya tertentu. Ini bertujuan untuk menawarkan proposal sederhana, atau garis besar, membuat sketsa banyak kemungkinan membaca karya-karya Indonesia. Ini berkaitan dengan pertanyaan menakutkan yang sering diajukan oleh mahasiswa dan sarjana Indonesia apakah Indonesia dapat menghasilkan seorang filsuf atau karya filosofis. Artikel ini dimulai dengan menjawab pertanyaan dan mencari jawaban yang mungkin melalui karya klasik Indonesia tidak hanya dari tradisi menulis tetapi juga budaya material, seperti karya arsitektur. Ia berargumen bahwa karya-karya Indonesia adalah bahan dan sumber yang layak dibaca ulang dan ditafsir ulang yang melaluinya para filsuf atau karya filosofis Indonesia dapat direklamasi, atau setidaknya digali. Meskipun karya-karya ini mungkin tidak terdengar filosofis, cara-cara di mana pembaca menghargainya dapat mengarah pada penemuan filsafat Indonesia yang unik. Kata kunci: Filsafat Indonesia, reinterpretasi dan pembacaan ulang, reklamasi filosof Indonesia, naskah klasik, karya material, karya modern.

2. Artikel ini menjelaskan tentang konsep waḥdah al-wujūd dan relevansinya dengan keragaman agama dan kepercayaan. Gagasan kesatuan yang dikembangkan oleh Ibn Arabī adalah penjelasan tentang keberadaan setiap entitas yang berlaku di alam semesta. Artinya, tidak ada yang memiliki substansi esensial kecuali Tuhan. Oleh karena itu, segala sesuatu yang ada di alam semesta, termasuk keragaman agama dan jalan keimanan yang pluralistik, berakar pada Tuhan. Keragaman hukum Tuhan hanya terjadi karena keragaman doktrin yang diwahyukan kepada para nabi dan rasul yang berbeda. Maka, Ibnu Arabī yang memiliki pemikiran filosofis khas tasawuf yang diwujudkan melalui waḥdah al-wujūd, dianggap sebagai pendukung gagasan tentang kesatuan agama yang menekankan aspek batin dan kualitas iman. Ide ini akan mempererat hubungan di antara mereka yang saling mencintai "dalam" Tuhan.


Ketersediaan

ULU/290/20/1/2016ULU/20/1/2016Perpustakaan Pusat (ULU/290/20/1/2016)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
ULU/291/20/1/2016ULU/20/1/2016Perpustakaan Pusat (ULU/291/20/1/2016)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
ULU/29/20/1/2016ULU/20/1/2016Perpustakaan Pusat (ULU/29/20/1/2016)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
ULU/20/1/2016
Penerbit IAIN Mataram Press : Mataram.,
Deskripsi Fisik
229 hlm; 25 cm
Bahasa
English
ISBN/ISSN
1411 3457
Klasifikasi
ULU/20/1/2016
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Vol. 20 No. 1
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this