Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Harmoni : Jurnal Multikultural & Multireligius/Mahbib Khoiron dkk
Cat:
1. Represi yang Gagal: Relasi Negara dan Jemaat Ahmadiyah di Tingkat Lokal (Mahbib Khoiron)
2. Resolusi Konflik Umat Baha'i dengan Muslim: Studi Kasus di Pati, Jawa Tengah (Moh Rosyid)
3. Menakar Efektivitas SKB Tentang Ahmadiyah dan Faktor Penyebabnya: Studi Kasus Konflik Ahmadiyah di Desa Genereng Lombok Timur (Abdul Arung Triantoro, Fathayatul Husna, Afina Amna)
4. Ruqyah Syar'iyyah: Alternatif Pengobatan, Kesalehan, Islamisme dan Pasar Islam (Dony Arung Triantoro, Fathayatul Husna, Afina Amna)
5. Budaya Welasan Jam'iyyah Ahli Thariqah Qadariyyah: Etos Keagamaan dalam Kultur Living Qur'an di Dusun Bagongan, Getasan, Semarang (Neny Muthi;atul Awwaliyah)
6. Upacara Hari Raya Nyepi Sebagai Upaya Perekat Keberagamaan: Studi pada Pura Penataran Agung Jagadhita Kendari, Sulawesi Tenggara (Abdul Jalil)
7. Sentana Rajeg dan Nilai Anak Laki-Laki bagi Komunitas Bali DIaspora di Kabupaten Konawe (Yohanes Krismayanto Susanta)
8. Pengaruh Pemahaman Keagamaan Masyarakat Desa Dempet Terhadap Pola Relasi Suami Istri Bekerja (Iftidah)
9. Strategi Pemberdayaan Mustahik di LAZISMU Masjid Mujahidin Bandung (Anik Farida)
10. Religion and Peacebuilding: A Preliminary Study on Transnational Islam and Communal Harmony In Papua (Ridwan)
1. Penelitian ini menyoroti hubungan negara dan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang sering diasumsikan sebagai dua entitas terpisah yang statis atau bahkan konflik. Melalui studi etnografi pada relasi salah satu cabang JAI dan negara di tingkat lokal, yang menekankan pada analisis para aktor, penelitian kualitatif ini mengungkap bahwa relasi keduanya lebih kompleks dari sekadar dikotomi negara-masyarakat. Kompleksitas tersebut mengacu pada hadirnya identitas yang majemuk dalam diri masing-masing aktor yang membuat batas-batas di antara mereka pun samar dalam interaksi sosial sehari-hari, bahkan cenderung integratif.
2. Riset ini dilakukan tahun 2018 pada umat Baha’i di Desa Cebolek Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Tujuannya untuk mendeskripsikan upaya resolusi konflik umat Baha’i terhadap
muslim setempat. Data diperoleh dengan wawancara, kajian dokumen, observasi, dan focus group discussion. Umat Baha’i di Cebolek ada 9 KK, 27 jiwa distigma sesat hingga tidak mendapat pelayanan
hak kependudukan seperti pencatatan perkawin. Upaya memperoleh pelayanan hak sipil terus dilakukan dengan melakukan pendekatan atau konsultasi pada penguasa, meski belum berhasil, bahkan direspon negatif oleh tokoh muslim setempat karena dianggap mengadu domba. Strategi lain yang dilakukan umat Baha’i adalah (1) mendistribusikan buku tentang Baha’i pada publik melalui forum persaudaraan, pertemanan, dan forum ilmiah; (2) menyelenggarakan pendidikan non-formal ala Baha’i (Institut Ruhi), dan (3) mengenalkan jati diri Baha’i dengan mengundang tetangga dan sejawat dalam acara perayaan keagamaannya.
Ketersediaan
| HAR/160/18/1/2019 | HAR/18/1/2019 | Perpustakaan Pusat (HAR/160/18/1/2019) | Tersedia |
| HAR- 161/18/1/2019 | HAR- 18/1/2019 | Perpustakaan Pusat (HAR- 161/18/1/2019) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
HAR/18/1/2019
|
| Penerbit | Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Dikla Kementrian Agama : Jakarta., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
208 hlm; 30 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
1412-663X
|
| Klasifikasi |
HAR/18/1/2019
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Vol.18 No. 1
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Mahbib Khoiron
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






