No image available for this title

Text

Harmoni : Jurnal Multikultural & Multireligius/M. Alie Humaedi dkk



Cat:
1. Konversi Keagamaan Pasca 1965: Mengurai Dampak Sosial Budaya dan Hubungan Islam-Kristen di Pedesaan Jawa (M. Alie Humaedi)
2. Tari Sanghyang: Media Komunikasi Spiritual Manusia dengan Roh (I Nyoman Lodra)
3. Melintasi Batas Identitas dan Kesarjanaan: Studi tentang Ahmadiyah di Indonesia (Ahmad Najib Burhani)
4. Kebijakan Keagamaan terhadap Kelompok Minoritas di Negara Republik Islam Iran (Wakhid Sugiyarto)
5. Fenomena Meme Hadis Celana CIngkrang dalam Media Sosial (Miski)
6. Implementasi Kebijakan Sertifikasi Tanah Wakaf di Kabupaten Serang Provinsi Banten (Abdul Hamid Wahab)
7. Memberdayakan Perempuan Melalui Masjid: Kajian Aksi Partisipatif dalam merespon Masalah Lingkungan Hidup di Kepulauan Seribu, Jakarta (Ida Rosyidah & Iklilah Muzayyanah Dini Fajriyah)
8. Rumah Ibadat Sebagai Medan KOntestasi Beragama: Studi Kasus Pendirian Rumah Ibadat di Provinsi Kalimantan Timur (Saprillah)
9. Pendirian Rumah Ibadat Pasca PBM Nomor 9 & 8 Tahun 2006 dan Kerukunan Umat Beragama: Kasus Pendirian Gereja di Kota Bandung, Jawa Barat (Anik Farida)
10. Menyiasati Ruang, Menebar Kedamaian (Dedi Slamet RIyadi)

1. Persoalannya, bagaimana dampak sosial kebudayaan dan keagamaan dari peristiwa konversi orang PKI ke Kristen di pedesaan Dieng dan Slamet Pekalongan dan Banjarnegara? Data penelitian kualitatif ini digali dengan wawancara mendalam, observasi dan didukung dengan data yang berasal dari arsip Belanda, Arsip Nasional dan Sinode Kristen Salatiga. Penelitian telah menemukan konversi orang PKI ke Kristen semakin memicu permusuhan dan memperkeruh hubungan sosial orang Islam dan Kristen di Kasimpar, Petungkriono dan Karangkobar. Pelakunya semakin melebar dengan melibatkan jaringan dari pesantren Wonopringgo. Seringkali terlihat, bahwa konfl ik yang ada tidak lagi bersifat laten, tetapi mengarah pada bentuk konfl ik manifest yang terurai pada praktik kehidupan sosialnya. Internalisasi keagamaan menjadi kalah dengan sterotyping afi liasi politik di masa lalu. Akibatnya, integrasi sosial dan hubungan antar agama menjadi sulit terwujud hingga kini.

2. Tarian tersebut selain untuk hiburan juga untuk mendatangkan roh masuk ke dalam tubuh penari. Permasalahan: 1). bagaimana prosesi mendatangkan roh masuk ke dalam tubuh penari sangyang? 2). bagaimana bentuk komunikasi spritual manusia dengan roh dalam tubuh penari? 3) bagaimana eksistensi tari sanghyang pada eraglobal di Bali. Tujuan penelitian; (1) mendiskripsikan prosesi mendatangkan roh masuk ke dalam tubuh penari sangyang, (2) mendeskripsikan bentuk komunikasi spritual manusia dengan roh. (3) mengetahui keberadaan tari sanghyang pada eraglobal di Bali. Manfaat: (1) tahu cara-cara mendatangkan roh masuk ke tubuh penari sangyang, (2) mengetahui bentuk komunikasi spiritual manusia dengan roh. (3) mengetahui keberadaan tari sanghyang pada eraglobal di Bali. Penelitian dengan pendekatan metode kualitatif deskriptif, pengambilan data: observasi, wawancara, dan dokumen. Teori pembahas dengan etnografi , pertukaran sosial, dan hegomoni.


Ketersediaan

HAR/157/16/2/2017HAR/16/2/2017Perpustakaan Pusat (HAR/157/16/2/2017)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
HAR/16/2/2017
Penerbit Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
421 hlm; 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
1412-663X
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Vol. 16 No.2
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this