<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="29087">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muliadi, Erlan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">UIN Mataram</placeTerm>
   <publisher>LP2M UIN Mataram</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Penelitian</form>
  <extent>85 hlm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berbicara kebudayaan maka sangat erat kaitannya dengan konsep&#13;
pendidikan sepanjang hayat yang terkonstruk dalam pendidikan berbasis&#13;
masyarakat yang merupakan perwujudan dari demokratisasi dan&#13;
humanusiasi pendidkan melalui perluasan pelayanan pendidikan untuk&#13;
kepentingan masyarakat. Berangkat dari hal tersebut maka penulis&#13;
merumusakan beberapa permaslaahan: Pertama, Apa saja nilai budaya lokal&#13;
yang masih eksis dijadikan sebagai proses edukasi dalam melestarikan&#13;
budaya lokal desa tumpak?. Kedua, Bagaimana cara atau model yang&#13;
dilakukan oleh masyarakat lokal dalam mempertahankan dan melestarikan&#13;
budaya lokal desa tumpak?. Untuk menjawab pertanyaan permaslahan&#13;
tersebut penulis menggunakan landasan teori tentang nilai-nilai yang dapat&#13;
terinternalisasi dalam konsep pendidikan kebudayaan. Kemudian tulisan ini&#13;
berlandaskan pada data penelitian yang penulis temukan dilapangan dengan&#13;
menggunakan metode penelitian kualitatif dan penketaan antropologi&#13;
budaya.&#13;
Dengan metode dan pendekatan yang penulis gunakan beberapa&#13;
temuan masih eksis di dusun bongak desa tumpak diantaranya: Budaya&#13;
Perkawinan (Midang, mereweh, Melaiq-merariq, sejati-selabar, embait wali&#13;
dan nagih), Budaya Merayakan Hari Besar Islam, Budaya Lokal Acara&#13;
Selametan kematian (betangi), Budaya Begarap, Budaya Persik Gubuk,&#13;
Budaya larangan Menonton Televisi Pada Anak dan Budaya dalam&#13;
Pribahasa Agama betakaq adat. Dari budaya-budaya yang ekssis tersebut&#13;
sarat akan nilai-nilai kekeluargaan, kebersamaan persaudaraan, nilai saling&#13;
menghargai, nilai menghormati, nilai tanggung jawab, nilai moral atau&#13;
akhlak, nilai toleransi, nilai Acceptance (penerimaan), nilai kemandirian dan&#13;
sikap ketidak tergantungan, Non violence (sikap tidak melakukan&#13;
kekerasan). Nilai Courteos sikap empati terhadap orang lain dan&#13;
ditunjukkan dengan spontan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Erlan muliadi</note>
 <subject authority="">
  <topic>Nilai-nilai pendidikan</topic>
 </subject>
 <classification>L.P-2017/272/Erl</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan UIN Mataram Online Public Access Catalog</physicalLocation>
  <shelfLocator>L.P-2017/272/Erl</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">L.P-2017/272/Erl</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (L.P-2017/272/Erl)</sublocation>
    <shelfLocator>L.P-2017/272/Erl</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>29087</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-02-27 08:10:38</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-27 08:11:18</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>