<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="29078">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MALIK, Abdul</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">UIN Mataram</placeTerm>
   <publisher>LP2M UIN Mataram</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Penelitian</form>
  <extent>67 hlm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berdasarkan data empiris, kabupaten Bima telah menjadi basis jaringan&#13;
gerakan radikalisme nasional. Sehingga secara resmi pemerintah pusat&#13;
menempatkan Bima sebagai salah satu daerah â€œmerahâ€ (status waspada)&#13;
terhadap sasaran pelarian, persembunyian, dan penyebaran radikalisme yang&#13;
datang dari luar. Tidak tutup kemungkinan terjadinya penyebaran jaringan&#13;
tersebut, mengakibatkan sel-sel radikalisme berkembang dengan cepat dan&#13;
leluasa ketika didukung oleh kondisi sosial di sekitarnya. Proses radikalisasi&#13;
atau transformasi paham radikal dapat terjadi, baik antara kelompok atau&#13;
individu yang cenderung radikal maupun antara kelompok atau individu yang&#13;
sama sekali sebelumnya tidak radikal. Kondisi tersebut, didukung oleh adanya&#13;
dugaan bahwa di Bima terdapat beberapa institusi pendidikan nonformal dan&#13;
informal seperti kelompok pengajian atau komunitas-komunitas kajian agama&#13;
yang cenderung berideologi radikal. maka tujuan dalam penelitian ini&#13;
adalah sebagai berikut;&#13;
1. Untuk mengungkap asal mula dan latar belakang masuknya radikalisme dalam&#13;
pesantren Terkait dengan manfaat penelitian ini, ada tiga manfaat dalam&#13;
penelitian yakni manfaat teoritis, manfaat metodologis, dan manfaat praktis.&#13;
1. Manfaat Teoritis&#13;
Penelitian ini diharapkan berkontribusi terhadap pengembangan keilmuan&#13;
pendidikan terutama yang berkaitan dengan radikalisme dalam pendidikan&#13;
pesanteren perpektif sosiologi. Selain itu secara umum, penelitian ini&#13;
bermanfaat pada peran ilmu pendidikan dalam ranah pendidikan makro,&#13;
misalnya relasi pendidikan pesantren dengan radikalisme, sosiologi&#13;
pendidikan, gejala-gejala sosial, dan institusi sosial ditinjau dari perspektif&#13;
sosiologi.&#13;
2. Manfaat Metodologis&#13;
Penelitian ini juga, diharapkan berkontribusi terhadap pengembangan&#13;
metodologi, khususnya metode yang berkaitan dengan metodologi penelitian&#13;
fenomenalogis-naturalistik. 3. Manfaat Praktis&#13;
7&#13;
Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi praktis dalam kehidupan&#13;
masyarakat luas maupun dan ruang lingkup akademik. Diantara manfaat&#13;
praktis penelitian ini adalah:&#13;
a. Bagi dunia pendidikan hasil penelitian ini diharapakan menjadi rujukan ilmiah&#13;
terutama tentang penelitian radikalisme dalam pendidikan pesantren perspektif&#13;
sosiologi&#13;
b. Bagi pemerintah hasil penelitian dapat menjadi soft approach dalam mencegah&#13;
lahir dan meluasnya pemahaman dan gerakan radikalisme dalam pendidikan&#13;
pesantren&#13;
c. Dihasilkannya konsep dan kerangka pendidikan pesantren berbasis&#13;
deradikalisasi (anti radikalisme)</note>
 <note type="statement of responsibility">Abdul Malik</note>
 <subject authority="">
  <topic>PESANTREN</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan UIN Mataram Online Public Access Catalog</physicalLocation>
  <shelfLocator>L.P-2017/254/Abd</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">L.P-2017/254/Abd</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (L.P-2017/254/Abd)</sublocation>
    <shelfLocator>L.P-2017/254/Abd</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>29078</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-02-26 14:32:26</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-26 14:33:47</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>