<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="29073">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mahsul , Alwan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">UIN Mataram</placeTerm>
   <publisher>LP2M UIN Mataram</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>69 hlm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Staphylococus aureus merupakan flora normal pada kulit dan saluran pernapasan,&#13;
akan tetapi bakteri tersebut dapat berubah menjadi patogen apabila jumlahnya&#13;
melebihi kadar normalnya seperti dapat menjadi penyebab jerawat. Salah satu&#13;
cara untuk mengatasi masalah jerawat adalah dengan penggunaan antibiotik, akan&#13;
tetapi penggunaan dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan bakteri&#13;
penyebab timbulnya jerawat resisten terhadap antibiotik tersebut. Dalam syariâ€™at&#13;
Islam telah dikenal istilah media bersuci seperti air, tanah, batu dan debu yang&#13;
mengandung nilai dari perspektif agama dan ibadah berupa aktivitas sterilisasi dan&#13;
antibiotik di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan&#13;
efektivitas berbagai jenis air sebagai media bersuci dan jenis air yang paling&#13;
efektif terhadap penurunan bakteri S. aureus. Perlakuan dalam penelitian ini&#13;
menggunmedia bersuci (air embun, air sumur, air yang dipanskan, air laut, air&#13;
PDAM, dan air kelapa) sedangkan 1 perlakuan adalah kontrol positif&#13;
menggunakan amoksisilin. Hasil penelitian menunjukkan hasil analisis uji&#13;
ANOVA menunjukkan nilai signifikasi antar perlakuan (Between Group) sebesar&#13;
0,001 lebih kecil dibandingkan nilai signifikansi yang ditetapkan yaitu Î± = 0,05&#13;
(P</note>
 <note type="statement of responsibility">Alwan Mahsul</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan UIN Mataram Online Public Access Catalog</physicalLocation>
  <shelfLocator>L.P-2017/260/Alw</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">L.P-2017/260/Alw</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (L.P-2017/260/Alw)</sublocation>
    <shelfLocator>L.P-2017/260/Alw</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>29073</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-02-26 13:44:09</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-26 13:45:50</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>