<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="29072">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Astuti, Alfira Mulya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">UIN Mataram</placeTerm>
   <publisher>LP2M UIN Mataram</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>65 hlm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Menghadapi tuntutan perubahan tersebut, maka setiap organisasi/ lembaga&#13;
harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas tinggi untuk&#13;
mendapatkan keunggulan yang kompetitif. Hal ini memerlukan dukungan dari&#13;
dunia pendidikan sebagai â€œdapurâ€ yang mengolah dan mempersiapkan SDM yang&#13;
unggul. Pendidikan sebagai wahana untuk mempersiapkan manusia dalam&#13;
memecahkan berbagai permasalahan kehidupan, harus mampu membangun dan&#13;
mengembangkan kompetensi manusia untuk mempersiapkan kehidupan yang&#13;
lebih baik. Hal yang penting untuk dikembangkan melalui proses pendidikan&#13;
dalam persaingan global adalah keterampilan berpikir. Upaya pembentukan kemampuan berpikir kritis yang optimal&#13;
mensyaratkan adanya kelas yang interaktif, peserta didik yang dipandang sebagai&#13;
pemikir bukan seorang yang diajar, dan pengajar yang berperan sebagai mediator,&#13;
fasilitator, dan motivator yang membantu peserta didik dalam belajar, terlebih&#13;
pada materi matematika yang merupakan ranah bidang keilmuan universal yang&#13;
mendasari perkembangan teknologi modern, sehingga peranannya sedemikian&#13;
penting dalam berbagai disiplin ilmu untuk pengembangan daya pikir manusia.   Seperti halnya kecerdasan spiritual, kecerdasan emosi&#13;
atau emotional quotient (EQ) memiliki peranan yang tidak kalah penting dalam&#13;
memperoleh prestasi belajar yang tinggi, dimana emosi seorang peserta didik pada&#13;
umumnya dipengaruhi oleh faktor internal (bawaan) dan faktor eksternal&#13;
(lingkungan). Kecerdasan emosi ini mampu untuk mengatur konsentrasi anak&#13;
ketika sedang belajar, yang selanjutnya diharapkan dapat melahirkan pemikiranpemikiran&#13;
yang kritis dan kreatif di dalam proses pembelajarannya.</note>
 <note type="statement of responsibility">Alfira Mulya Astuti</note>
 <classification>L.P-2017/259/Alf</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan UIN Mataram Online Public Access Catalog</physicalLocation>
  <shelfLocator>L.P-2017/259/Alf</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">L.P-2017/259/Alf</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (L.P-2017/259/Alf)</sublocation>
    <shelfLocator>L.P-2017/259/Alf</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>29072</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-02-26 13:28:33</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-26 13:29:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>