<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="29068">
 <titleInfo>
  <title>PERILAKU MEMILIH (VOTTING BEHAVIOR):</title>
  <subTitle>Persepsi, Sikap, Dan PerilakuIndividuMemilihIncumbent Serta Faktor Yang Mengkonstruksinya/Agus</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AGUS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">UIN Mataram</placeTerm>
   <publisher>LP2M UIN Mataram</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>115 hlm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mengungkap persepsi, sikap dan perilaku memilih (votting behavior), merupakancara&#13;
yang dapat dilakukan peneliti sosiologi politik dan tata kelola pemilu dalam&#13;
penyelidikan perilaku politik. Mencari penyebab kemenangan incumbent, merupakan&#13;
cara menemukan karekteristik votting behavior dalam fenomena pemilukada. Melalui&#13;
paradigm definisisosial yang diperkenalkan Max Weber dengan metode&#13;
fenomenologi yang diperkenalkan Edmund Husserl, penelitian ini berhasil&#13;
mengungkap persepsi, sikap, dan perilaku individu dalam memilih incumbent pada&#13;
kasus pemilu kada, serta faktor yang mengkonstruksi persepsi, sikap dan perilaku&#13;
tersebut. Incumbent yang menang dalam pemilukada Lombok Tengah tahun 2015&#13;
dipersepsikan dalam empat konsep oleh individu sebagai pemilih, yakni; innovator&#13;
pembangunan, pemimpin bersahaja, pemimpin yang tegas dalam membuat&#13;
keputusan, dan pemimpin karismatik. Persepsi ini melahirkan sikappositif pemilih&#13;
yang kemudian menjadi panduan mereka memilih incumbent di TPS. Persepsi, sikap&#13;
dan perilaku pemilih tersebut dikonstruk oleh empat faktor, yakni; kebijakan publik,&#13;
efektifitas dukungan partai politik, dukungan birokrasi, dan dukungan organisasi&#13;
kemasyarakatan. Dengan menghubungkan persepsi, sikap, dan faktor yang&#13;
mengkonstruksinya, karekteristik perilaku memilih masyarakat Lombok Tengah&#13;
dikelompokkan menjadi dua, yakni pemilih tradisional dan pemilih rasional. Pemilih&#13;
tradisional direpresentasikan oleh pemilih yang memilih incumbent karena factor&#13;
intervensi birokrasi dan factor organisasi kemasyarakatan (ormas). Sedangkan&#13;
pemilih rasional direpresentasikan oleh mereka yang memilih incumbent karena&#13;
melihat prestasinya selama lima tahun menjabat sebagai kepala daerah.</note>
 <note type="statement of responsibility">Agus</note>
 <subject authority="">
  <topic>Sikap</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Persepsi</topic>
 </subject>
 <classification>L.P-2017/256</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan UIN Mataram Online Public Access Catalog</physicalLocation>
  <shelfLocator>L.P-2017/256</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">L.P-2017/256</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (L.P-2017/256)</sublocation>
    <shelfLocator>L.P-2017/256</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>29068</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-02-26 13:00:41</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-26 13:01:14</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>