Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Analisis Pelaksanaan Praktikum Di Jurusan Pendidikan IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Mataram Tahun Akademik 2016/2017 / Dwi Wahyudiati
bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu : (1) sikap ilmiah yaitu rasa ingin tahu tentang benda, fenomena alam, makhluk hidup, serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar; (2) proses ilmiah yaitu prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah; metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis, perancangan eksperimen atau percobaan, evaluasi, pengukuran, dan penarikan kesimpulan; (3) produk ilmiah yaitu berupa fakta, prinsip, teori, dan, hokum; (4) aplikasi yaitu penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. Sikap ilmiah sebagai hasil belajar sangatlah penting bagi mahasiswa, karena dapat meningkatkan daya kritis mahasiswa terhadap fenomena alam yang dihadapi, sehingga tidak apriori terhadap fenomena alam yang terjadi. Sikap ilmiah tersebut sangat penting dimiliki oleh mahasiswa karena dalam kesehariannya mahasiswa senantiasa dihadapkan pada fenomena-fenomena alam, di mana dalam menyikapi permasalahan tersebut tidak hanya mengandalkan pengetahuan teoritis saja, tetapi harus disertai dengan sikap ilmiah yang menjadi tolak ukur tingkat pemahaman yang dimiliki oleh mahasiswa. Berdasarkan penjelasan tersebut jelas bahwa sikap ilmiah sangatlah penting dimiliki oleh mahasiswa. Oleh sebab itu harus diajarkan sejak jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Sikap ilmiah sebagai hasil belajar sangatlah penting bagi mahasiswa, karena dapat meningkatkan daya kritis mahasiswa terhadap fenomena alam yang dihadapi, sehingga tidak apriori terhadap fenomena alam yang terjadi. Sikap ilmiah tersebut sangat penting dimiliki oleh mahasiswa karena dalam kesehariannya mahasiswa senantiasa dihadapkan pada fenomena-fenomena alam, di mana dalam menyikapi permasalahan tersebut tidak hanya mengandalkan pengetahuan teoritis saja, tetapi harus disertai dengan sikap ilmiah yang menjadi tolak ukur tingkat pemahaman yang dimiliki oleh mahasiswa. Berdasarkan penjelasan tersebut jelas bahwa sikap ilmiah sangatlah penting mimiliki oleh mahasiswa. Oleh sebab itu harus diajarkan sejak jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Sikap ilmiah sebagai hasil belajar sangatlah penting bagi mahasiswa, karena dapat meningkatkan daya kritis mahasiswa terhadap fenomena alam yang dihadapi, sehingga tidak apriori terhadap fenomena alam yang terjadi. Sikap ilmiah tersebut sangat penting dimiliki oleh mahasiswa karena dalam kesehariannya mahasiswa senantiasa dihadapkan pada fenomena-fenomena alam, di mana dalam menyikapi permasalahan tersebut tidak hanya mengandalkan pengetahuan teoritis saja, tetapi harus disertai dengan sikap ilmiah yang menjadi tolak ukur tingkat pemahaman yang dimiliki oleh mahasiswa. Berdasarkan penjelasan tersebut jelas bahwa sikap ilmiah sangatlah penting dimiliki oleh mahasiswa. Oleh sebab itu harus diajarkan sejak jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi.Sikap ilmiah sebagai hasil belajar sangatlah penting bagi mahasiswa, karena dapat meningkatkan daya kritis mahasiswa terhadap fenomena alam yang dihadapi, sehingga tidak apriori terhadap fenomena alam yang terjadi. Sikap ilmiah tersebut sangat penting dimiliki oleh mahasiswa karena dalam kesehariannya mahasiswa senantiasa dihadapkan pada fenomena-fenomena alam, di mana dalam menyikapi permasalahan tersebut tidak hanya mengandalkan pengetahuan teoritis saja, tetapi harus disertai dengan sikap ilmiah yang menjadi tolak ukur tingkat pemahaman yang dimiliki oleh mahasiswa. Berdasarkan penjelasan tersebut jelas bahwa sikap ilmiah sangatlah penting dimiliki oleh mahasiswa. Oleh sebab itu harus diajarkan
sejak jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Urgensi pelaksanaan praktikum di Jurusan Pendidikan IPA Biologi yang mengacu pada visi dan misi jurusan yang nantinya akan melahirkan guru-guru Biologi yang berkualitas dan berdaya saing dengan alumni perguruan tinggi lainnya yang terampil dalam memadukan pemahaman konsep dengan pembuktian konsep sehingga dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan fenomena alam dan kondisi lingkungan yang ditemui di lingkungan sekitar. Selain itu, pelaksanaan praktikum dievaluasi mengikuti tata cara tertentu mulai dari responsi (evaluasi pemahaman mahasiswa terhadap apa yang akan dilakukan di laboratorium baik itu berupa teori maupun prosedur kerja praktikum), evaluasi aktifitas (keaktifan), laporan dan ujian akhir mata kuliah yang dipraktikumkan .
Ketersediaan
| L.P-2017/246/Dwi | L.P-2017/246/Dwi | Perpustakaan Pusat (L.P-2017/246/Dwi) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
L.P-2017/246/Dwi
|
| Penerbit | LP2M UIN Mataram : UIN Mataram., 2017 |
| Deskripsi Fisik |
93 hlm,26 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
L.P-2017/246/Dwi
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Dwi Wahyudiati
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






