<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="29054">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muh. Azkar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Penelitian</form>
  <extent>81 hlm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penegasan MUI tentang kesesatan Ahmadiyah seakan telah menjadi legitimasi pembenar berbagai tindakan represif yang dilakukan oleh kelompok mayoritas. Konflik dan kekerasan terhadap kelompok minoritas Ahmadiyah sudah seringkali terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Ironisnya kekerasan yang terus terjadi seakan tidak menemukan titik penyelesaian. Di Lombok NTB sampai detik ini korban kekerasan tahun 2006 silam masih menjadi pengungsi, bahkan tanpa mendapatkan hak-hak sipil sebagai warga negara. Di lain pihak, berbagai bentuk tekanan yang dihadapi oleh jemaat Ahmadiyah justru semakin memupuk solidaritas di kalangan mereka. Bahkan dalam konteks keyakinan, hal demikian bagi mereka merupakan bentuk ujian. Jika demikian adanya maka ajaran dan keyakinan Ahmadiyah akan senantiasa eksis. Ditambah lagi dengan upaya pendidikan yang dilakukan dalam keluarga terhadap anak-anak sebagai generasi penerus, maka eksistensi gerakan Ahmadiyah akan tetap terjaga. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pembelajaran agama pada keluarga jemaat Ahmadiyah Wisma Transito Mataram. Pembelajaran agama dilakukan oleh orang tua secara individu di keluarga masing-masing maupun secara kolektif di lembaga yang disebut Pra Madrasah. Selain al-Qurâ€™an, hadits, akhlak, fiqih, diajarkan pula tentang sejarah Ahmadiyah.</note>
 <note type="statement of responsibility">Muh. Azkar</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pendidikan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Keluarga</topic>
 </subject>
 <classification>L.P.2018/306/Muh</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan UIN Mataram Online Public Access Catalog</physicalLocation>
  <shelfLocator>L.P.2018/306/Muh</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">L.P.2018/306/Muh</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator>L.P.2018/306/Muh</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="3619" url="" path="/79f73f57fb2530e519c1629c6f64b856.pdf" mimetype="application/pdf">Problematika pembelajaran PAI pada anak-anak (siswa) jemaat ahmadiyah di keluarga dan sekolah (studi kasus jemaat ahmadiyah di wisma Transito Kota Mataram</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>29054</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-02-21 14:00:41</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-21 14:00:41</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>