<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="29029">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Busyairy, L. Ahmad</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Penelitian</form>
  <extent>72 hlm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini adalah penelitian lapangan  kualitatif yang dilaksanakan di&#13;
kota santri Kediri Lombok Barat, sedangkan jenis penelitiannya adalah deskriptif.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertitik tolak dari&#13;
anggapan bahwa tidak semua yang Nampak menujukkan bahwa itu adalah yang&#13;
nyata. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi,&#13;
wawancara, dan dokumentasi.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk upacara&#13;
kematian dan bentuk akulturasi budaya pada prosesi upacara kematian di&#13;
masyarakat kota santri Kediri Lombok Barat.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan: pertama, upacara adat kematian&#13;
merupakan upacara adat yang keberadaannya sudah ada sebelum Islam datang&#13;
yang masih tetap dilaksanakan masyarakat kota santri Kediri Lombok Barat&#13;
hingga sekarang. Kedua, dalam proses upacara adat kematian terdapat beberapa&#13;
rangkaian upacara yang harus dilakukan karena saling terkait satu sama lain.&#13;
Proses tersebut dimulai dari penyelenggaraan pendahuluan, memandikan,&#13;
mengafani, menguburkan, dan memperingati hari kematian. Ketiga, dalam&#13;
upacara kematian yang dilakukan masyarakat kota santri Kediri, pengaruh adat&#13;
memiliki peran/terdapat akulturasi budaya didalam pelaksanaannya. Mulai dari&#13;
proses pengalia kubur sampai dzikir tiga hari sampai 9 hari bahkan seratsu hari&#13;
dan seribu hari (nyeribu).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">L. Ahmad Busyairy</note>
 <classification>L.P.2018/287/Ahm</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan UIN Mataram Online Public Access Catalog</physicalLocation>
  <shelfLocator>L.P.2018/287/Ahm</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">L.P.2018/287/Ahm</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator>L.P.2018/287/Ahm</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="3624" url="" path="/e435794c2ce45a7891f6619fa53fcbaf.pdf" mimetype="application/pdf">Akulturasi Budaya dalam Upacara Kematian Masyarakat Kota Santri  Kediri Lombok Barat</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>29029</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-02-21 09:13:28</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-21 09:13:28</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>