No image available for this title

Text - Skripsi

Analisis pemikiran Siti Musdah Mulia tentang poligami / Adhar



152122017
Abstrak
Berbicara tentang poligami, Siti Musdah Mulia merumuskan poligami
merupakan salah satu ikatan perkawinan yang mana dalam hal ini suami
mengawini lebih dari satu istri diwaktu yang bersamaan. Selanjutnya dalam
hal ini, Siti Musdah Mulia mendeklarasikan sikapnya terhadap poligami baik
melalui tulisan yang berupa buku-buku maupun melalui media massa, adalah
berikut pernyataanya terhadap poligami: Poligami pada hakikatnya adalah
selingkuh yang dilegalkan, karenanya jauh lebih menyakitkan perasaan istri
dan membolehkan poligami berarti membuka perselingkuhan. Artinya
menyetujui poligami berarti membenarkan perselingkuhan. Berangkat dari hal
tersebut, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian skripsi ini
adalah: Bagaimana pandangan Siti Musdah Mulia tentang poligami? Apa
landasan pemikiran Siti Musdah Mulia dalam memahami poligami?
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan atau dengan
kata lain (library research) yang obyek penelitianya adalah pemikiran tokoh
tentang poligami. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode
penelitian kepustakaan, yaitu penelitian yang menelaah buku-buku
kepustakaan dengan tipologi deskriptif interpretatif, artinya suatu sistem
pemikiran yang berusaha menggambarkan keadaan dan peristiwa dengan
memberikan deskripsi analisis komparatif sehingga menimbulkan signifikasi
teoritis yang memadai. Data yang penulis pake dalam menyusun penelitian ini
adalah data primer dan sekunder, adapun data primer yang penulis pake untuk
menyususn penelitian ini ialah kariya Siti Musdah Mulia kemudian sebagai
data sekundernya adalah literatur lainya yang relevan dengan judul skripsi ini.
Alasan-alasan hukum sebagai rujukan landasan pemikiran Musdah
Mulia tentang penolakanya terhadap kebolehan poligami dalam islam terlalu
subjektif. al-Qur’an yang dijadikan rujukan ditafsirkan oleh siti musdah mulia
dengan menggunakan metode tafsir tematik holistik dan tafsir Hermeneutika,
secara emosional berangkat dari kepribadianya sendiri sebagai seorang
perempuan serta dikaitkan dengan konstruk sosial masyarakat yang ada,
sampai-sampai syariat kebolehan poligami diharamkan dan ini merupakan
penafsiran yang dipaksakan dengan menggunakan metode tafsir hermenutika
kedalam al-Qur’an.


Ketersediaan

591AS297.984 317 Adh aPerpustakaan Pusat (Ruang Skripsi)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
297.984 317 Adh a
Penerbit Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam : IAIN Mataram.,
Deskripsi Fisik
xii, 79 hlm.; 2,21 MB
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
297.984 317 Adh a
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this