<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="27500">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Saumi, Inti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">IAIN Mataram</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text - Skripsi</form>
  <extent>xii, 70 hlm.; 2,21 MB</extent>
 </physicalDescription>
 <note>15.2.11.1.078&#13;
Abstrak&#13;
Hukum kepailitan, bertujuan untuk mengajukan permohonan pailit baik&#13;
yang diajukan manusia dan badan hukum khusunya Perseroan Terbatas (PT).&#13;
Kepailitan adalah sita umum atas semua kekayaan debitur pailit yang diawasi oleh&#13;
pengawas. Undang-Undang Kepailitan mendefenisikan kepailitan sebagai sita&#13;
umum atas semua kekayaan yang dinyatakan pailit yang kepengurusannya&#13;
dilakukan oleh kurator dibawah pengawasan hakim pengawas. Menurut Pasal 1&#13;
angka 1 Undang-Undang Kepailitan menyebutkan bahwa kurator terdiri dari dua&#13;
jenis yaitu kurator pemerintah yaitu Balai Harta Peninggalan dan kurator&#13;
perorangan yang diangkat oleh pengadilan atau kurator swasta. Kurator&#13;
merupakan pihak yang memegang peranan penting dalam suatu proses perkara&#13;
kepailitan, karena kurator bertugas melaksanakan pemberesan harta pailit. Tidak&#13;
jauh berbeda dengan konsep kepailitan dalam islam, yang menyatakan bahwa&#13;
pailit merupakan keputusan hakim yang berkaitan dengan utang seseorang&#13;
sehingga orang tersebut dilarang untuk bertindak hukum terhadap hartanya&#13;
sendiri. Sedangkan seseorang yang dinyatakan pailit disebut muflis. Biasanya&#13;
muflis dianggap sebagai orang yang tidak memiliki harta. Menurut syarak, muflis&#13;
diartikan sebagai orang yang terlilit utang dan tidak mampu membayar utangnya.&#13;
Namun jika putusan hakim belum ada, orang tersebut bebas melakukan tindakan&#13;
hukum terhadap hartanya tersebut, dan jika hakim sudah memutuskan perkara,&#13;
maka debitor tersebut harus melunasi utangnya sampai selesai, apabila debitor&#13;
tidak mengindahkan maka hakim bisa bertindak menahannya sampai ia melunasi&#13;
utangnya.&#13;
Perbedaan konsep dalam menjelaskan tentang kepailitan yang terkait&#13;
dengan pengertian, dasar hukum, akibat hukum maupun contoh kasus yang pernah&#13;
terjadi di Indonesia. Bagaimana konsep kepailitan dalam hukum Islam dengan&#13;
konsep kepailitan dalam hukum positif, hal ini merupakan kajian yang menarik&#13;
untuk diteliti lebih dalam. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka. Metode&#13;
yang ditempuh dalam penelitian ini adalah deduktif komparatif yakni penelitian&#13;
yang bertujuan untuk dan yang selanjutnya dari penjelasan tersebut&#13;
dikomparasikan antara konsep kepailitan menurut hukum Islam da kepailitan&#13;
menurut hukum positif&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kepailitan dalam hukum&#13;
Islam maupun hukum positif tidak jauh berbeda, walaupun hukum positif masih di&#13;
adopsi dari hukum hindia-belanda, namun dari segi pengertian diantara keduanya&#13;
memiliki maksud dan tujuan yang sama, yaitu sama-sama bertujuan untuk&#13;
terciptanya perdamaian antara kredditor dengan debitor agar harta tersebut dapat&#13;
dibagi-bagi secara adil diantara para kreditor</note>
 <note type="statement of responsibility">Inti Saumi</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pailit</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>debitur</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kreditor</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Bursa saham (islam)</topic>
 </subject>
 <classification>297.421 Sau s</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan UIN Mataram Online Public Access Catalog</physicalLocation>
  <shelfLocator>297.421 Sau s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">421MUA</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Ruang Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator>297.421 Sau s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="2801" url="" path="/SKRIPSI INTI SAUMI NIM 15.2.11.1.078_Compressed.pdf" mimetype="application/pdf">file.pdf</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>27500</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-06 08:46:59</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-29 07:30:34</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>