<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="27209">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hidayah, Nurul</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">IAIN Mataram</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text - Skripsi</form>
  <extent>xvii, 58 hlm.; 3,67 MB</extent>
 </physicalDescription>
 <note>15.1.12.5.086&#13;
Abstrak&#13;
Planaria sp merupakan hewan yang termasuk ke dalam kelas Turbelaria dan biasa hidup ditempat yang teduh serta terlindung dari cahaya matahari. Penelitian inibertujuan Ã¢â‚¬Â Untuk mengetahui pengaruh pemberian nutrisi darah belut terhadap Mortalitas, Natalitas dan Ukuran Planaria spÃ¢â‚¬Â, Mortalitas merupakan jumlah kematian pada tiap-tiap individu. Natalitas merupakan jumlah individu baru yang terbentuk dari hasil reproduksi. Sedangkan ukuran Planaria sp diamati dari panjang dan lebar dari Planaria sp. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan empat perlakuan, yaitu dengan menggunakan perlakuan 0%, 4%, 6%, dan 8%.Pada kondisi 0% sebagai kontrol hanya masih tersisa 10 Planaria sp, hal ini disebabkan karena tidak terpenuhnya nutrisi bagi kelangsungan hidupnya, kondisi ini menyebabkan Planaria sp tidak mampu beradaptasi pada lingkungan baru, pada perlakuan kedua 4% terdapat17 cacing yang masih tersisa, karena terdapat nutrisi yang dibutuhkan tetapi tidak terpenuhi untuk melakukan perbaikan pada sel-sel tubuh yang rusak, perlakuan ketiga 6% terdapat 22 cacing, pada kondisi ini kebutuhan nutrisi sudah terpenuhi, sehingga ia mampu bertahan sampai beberapa hari di dalam lingkungan baru, dan perlakuan keempat 8%yang masih hidup tersisa 15. Dari hasil yang didapatkan jumlah Planaria sp yang tertinggi terdapat pada perlakuan 6%, karena volume darah belut sebanyak 0.6 cc dan hal ini jumlah maksimum yang paling ideal untuk kebutuhan nutrisi nya. Sedangkan jumlah Planaria sp yang paling rendah/sedikit terdapat pada perlakuan 8%, karenapada kondisi ini jumlah dankadar volume darah terlalu banyak sehingga mengganggu respirasi dari Planaria sp, karena ia biasanya hiduppada kondisi lingkungan yang jernih sehingga menyebabkan daya tahan hidup kurang maksimal dan tidak bisa melakukan reproduksi dengan baik. volume darah yang digunakan juga mempengaruhi daya tahan hidup Planaria sp itu sendiri. Dilihat dari perubahan ukuran tubuh Planaria sp, yang paling dominan bertambah pada perlakuan 6%, selain jumlahnya yang bertambah, ukuran tubuhnya bertambah setiap hari. Warna pada Planaria spyang masih hidup hitam gelap. Sedangkan Planaria sp yang kurang akan nutrisi memiliki ukuran tubuh kecil dan warna kecoklatan.&#13;
xii&#13;
Pendekatan yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan Deskriftif-Eksploratif dan menggunakan metode observasi dan dokumentasi.Metode observasi digunakan untuk mengamati secara langsung sampel berupa semua Planariaspyang ditemukan di daerah penelitian, sedangkan dokumentasi merupakan metode pelengkap agar diperoleh data yang valid mengenai objek penelitian sedangkan penambahan darah belut di gunakan untuk mengetahui pada kondisi maksimum darah belut yang bagus untuk regenerasi Planariasp. Setiap sampel pengamatan kemudian dianalisis menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Total spesies yang masih hidup bertahan sampai hari ke lima sdalah 64 Planariasp. Spesies yang banyak bertahan hidup terdapat pada perlakuan ketiga, dari 80 Sampel yang di gunakan. Pada penangkapan Planaria sp diKecamatan Narmada. Jumlah Fhitung= 18.6 dan Sedangkanf tabel pada taraf 1% yaitu 5.95 dan taraf 5%3.49sehingga Fhitung &gt; Ftabel, oleh karna itu hasil penelitian ini bisa dikembangkan sebagai sumber belajar.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Nurul Hidayah</note>
 <subject authority="">
  <topic>Nutrisi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Darah</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Belut</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Planara sp</topic>
 </subject>
 <classification>639.2 Hid p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan UIN Mataram Online Public Access Catalog</physicalLocation>
  <shelfLocator>639.2 Hid p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">871IPA</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Ruang Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator>639.2 Hid p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="2530" url="" path="/SKRIPSI NURUL HIDAYAH2.pdf" mimetype="application/pdf">File.pdf</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>27209</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-03-02 08:44:36</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-16 07:27:35</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>