<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="27048">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurmali, Siti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">IAIN Mataram</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text - Skripsi</form>
  <extent>xvi, 52 hlm.; 3,03 MB</extent>
 </physicalDescription>
 <note>151.105.065&#13;
Abstrak&#13;
Gadung racun, (Dioscorea hispida dennust) adalah jenis gadung penekan&#13;
populasi (efek mortalitas). D. hispida Dennst biasa tumbuh liar di pekarangan&#13;
sebagai tanaman pagar, ternyata bukan hanya berfungsi sebagai makanan tetapi&#13;
juga mulai dimanfaatkan sebagai insektisida nabati yang bersifat racun bagi&#13;
serangga, ulat, cacing (nematoda) bahkan juga tikus. D. hispida dennst&#13;
mengandung racun berupa suatu alkoloid padat yakni dioscorin yang mempunyai&#13;
sifat-sifat pembangkit kejang apabila termakan manusia maupun hewan.&#13;
Alkaloid dioscorin yaitu suatu substansi yang bersifat basa mengandung satu&#13;
atau lebih atom nitrogen dan sering kali bersifat toksik&#13;
Ekstrak tanaman umbi gadung (Dioscorea hispida Dennust) dapat&#13;
dimanfaatkan sebagai insektisida nabati untuk mengendalikan Tikus (Ratusus Sp),&#13;
karena F hitung Ã¢â€°Â¥ F tabel yaitu 43,75 Ã¢â€°Â¥ 2,67 pada konsentrasi ekstrak umbi&#13;
gadung 50%, 75%, dan 100% memiliki daya proteksi masing-masing, 66%, 86%,&#13;
dan 98% sehingga dapat dijadikan insektisida nabati sedangkan pada konsentrasi&#13;
25% kurang efektif untuk dijadikan insektisida nabati untuk mengendalikan Tikus&#13;
rumahan karena daya proteksinya dibawah 50%.&#13;
Pengujian kelayakan ekstrak umbi gadung untuk dijadikan insektisida nabati&#13;
dapat dilakukan dengan menghitung daya proteksi ekstrak umbi gadung tersebut&#13;
terhadap kematian Tikus. Setelah dianalisis didapatkan hasil yaitu, pada&#13;
konsentrasi 25% memiliki daya proteksi 18%, konsentrasi 50% dengan daya&#13;
proteksi 66%, konsentrasi 75% dengan daya proteksi 86%, dan konsentrasi 100%&#13;
memiliki daya proteksi 98%. Dari hasil tersebut, konsentrasi ekstrak umbi gadung&#13;
50%, 75%, dan 100% dapat dijadikan insektisida nabat.</note>
 <note type="statement of responsibility">Siti Nurmali</note>
 <subject authority="">
  <topic>Tumbuhan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>tikus</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>umbi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ekstrak</topic>
 </subject>
 <classification>581.3 Nur p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan UIN Mataram Online Public Access Catalog</physicalLocation>
  <shelfLocator>581.3 Nur p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">846IPA</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Ruang Skripsi)</sublocation>
    <shelfLocator>581.3 Nur p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>27048</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-02-06 08:56:12</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-02-06 08:57:17</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>