Detail Cantuman
Advanced Search
Text - Skripsi
Pelestarian nilai-nilai islam dalam budaya tenun sesek (study di desa Plambik kec. Praya barat daya, Lombok tengah). / Azharuddin
15.3.12.1.089
Abstrak
Indonesia merupakan Negara yang kaya akan budaya, namun kita tidak
menyadari betapa banyak budaya Indonesia yang termakan oleh usia dan dilupakan.
Namun adapula budaya yang dilestarikan dan masih dibertahan sampai sekarang.
Diantaranya adalah budaya tenun sesek yang ada pada Masyarakat Sasak di Pulau
Lombok, Nusa Tenggara Barat. Seiring dengan perkembangan zaman budaya tenun
sesek sudah mulai menghasilkan berbagai bentuk kain dan motif. Adapun motif
tertua dalam kain tenun Sesek adalah kain tenun Subahnale. Dilihat dari segi nama
kain tenun tersebut berasal dari kata Subahanallah yang artinya “maha suci Allahâ€Â.
Adapun kata Subahanallah dijadikan sebagai nama kain dikarenakan ketika kain
selesai dibuat, maka orang yang pertama kali melihat kain tersebut mengucap kalimat
Subahanallah.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah
pelestarian nilai-nilai islam dalam budaya tenun Sesek dan Bagaimanakah tantangan
pelestarian nilai-nilai islam dalam budaya tenun Sesek study kasus di Desa Plambik
Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif
deskriptif. pelaksanaan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian
perupa analisis sebelum dilapangan, analisis selama dilapangan, peyajian data dan
kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan pelestarian
nilai-nilai islam dalam tenun Sesek dilakukan dengan berusaha memproduksikan
kain tenun sesek terbaru. Selain itu mempromosikan hasil tenun mereka dengan
menggunakan kain tenun tersebut disemua kegiatan keagamaan ataupun kegiatan
adat istiadat, sedangkan tantangannya adalah akibat perkembangan alat informasi
dan komunikasi membuat masyarakat lupa untuk melestarikan nilai-nilai budaya
sendiri, kemudian maraknya industri moderen serta tidak maksimalnya kain hasil
tenun juga menjadi kendala dalam melestarikan kain sesek.
Ketersediaan
| 308KPI | 297.695 986 5 Azh p | Perpustakaan Pusat (Ruang Skripsi) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
297.695 986 5 Azh p
|
| Penerbit | Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram : IAIN Mataram., 2016 |
| Deskripsi Fisik |
xvii, 64 hlm.; 6,03 MB
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
297.695 986 5 Azh p
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Azharuddin
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






