No image available for this title

Journal

ULUMUNA (JURNAL STUDI ISLAM DAN MASYARAKAT) / Ida Rohmawati



Cat :
1. Qasim Amin dalam Diskursus Feminisme di mesir
2. Faktor kerelaan istri dalam rujuk; perspektif keadilan gender
3. The Cultural of Gender relations in Indonesia
4. Muslim female students voews on Hijab in the netherlands (Hijab diartikan sebagai pakaian wanita muslim serta konsep pemisahan laki-laki dan perempuan. Riset ini menunjukkan tidak ada unifikasi opini tentang hijab bagi wanita muslim Belanda. N amun secara umum hijab di anggap sebagai kewajiban dan simbol jati diri muslimah.Bagi mereka hijab juga selaras dengan modernitas dan ternd pakaian yang mampu menampilkan sosok yang beriman dan modis. Begitu pula hijab sama sekali tidak identik dengan status rendah wanita.Hijab sebagai konsep pemisahan laki-laki dan perempuan banyak mendapat tantangan)

5. Kesenjangan gender dalam pendidikan; studi kasus pendidikan dasar dan menengah di nusa tenggara barat (Untuk kesenjangan gender di dunia pendidikan sebenarnya tidak hanya d NTB. Ini fenomena umum di banyak daerah di Indonesia. Untuk konteks NTB kesenjangan itu mewujud pada rendahnya akses perempuan di dunia pendidikan. Studi ini menemukan tidak satupun dari berbagai kebijakan dan program pendidikan, baik ditingkat propinsi maupun kabupaten, yang dirumuskan secara eksplisit dalam kerangka penciptaan keadilan dan kesetaraan gender. Untuk mengurangi tingkat kesenjangan gender pada bidang pendidikan di propinsi NTB banyak hal yang secara umum harus dilakukanbersama-sam oleh para penentu kebijakan (decision makers) para guru dan juga orang tua siswa).
6. potret ulama perempuan di pulau Lombok ( Tulisan ini berupaya mengidentifikasikan secara lebih konkret tentang siapa dan mengapa seorang perempuan dikatakan dan diakui sebagai ulama.Selanjutnya dengan melihat pada potensi yang dimiliki oleh beberapa orang tokoh perempuan terutama di Nusa Tenggara Barat khususnya pulau Lombok. Dalam tulisan ini didiskripsikan mengenai identifikasi perempuan-perempuan muslimah sebagai tokoh agama. Terutama yang bersangkut paut dengan latar belakang kehidupan dan kualifikasi intelektual yang dimiliki).
7. Signifikansi peran sosial-ekonomi perempuan dalam pengembangan masyarakat di dasan agung kota mataram
8. Hermeneutika pembebasan; menghidupkan al-qur'an dari kematian
9. tafsiran kontemporer fazlur rahman tentang ahli ktab dan non-uslim lain dalam al-qur'an
10. Fenomena partai politik islam dalam kancah politik nasional (Jika melihat persoalan politik mutakhir bukan lagi "islam versus sekuler" . Nmaun isu-isu tersebut antara lain , pertama isu-isu yang terkait tentang demokratisasi, toleransi agama dan politik, egalitarianisme sosial ekonomi, dan emasipasi politik. Kedua realitas yang menimpa partai islam dalam pemilu 1999 lalu jelas mengindikasikan bahwa sosiologi masyrakat muslim indonesia tidak terlalu menekankan formalisme dan simbolisme keagamaan. Hanya sebagian kecil yang melihat bahwa terdapat hubungan simbiosis antara agama (islam) dan politik yang kemudian memunculkan formalisme islam).

11. Ta'lim al-Kalam aw al-Ta'bir al-Syafawili al-Mubtadi'in
12. Intan berlian; Meneguhkan posisi Perempuan


Ketersediaan

ULU-03/VIII/1/2004ULU-VIII/1/2004Perpustakaan Pusat (ULU-03/VIII/1/2004)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing
ULU-04/VIII/1/2004ULU-VIII/1/2004Perpustakaan PusatTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing
ULU-05/VIII/1/2004ULU-VIII/1/2004Perpustakaan PusatTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing

Informasi Detil

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this