<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="20465">
 <titleInfo>
  <title>DIALOG (JURNAL PENELITIAN DAN KAJIAN KEAGAMAAN) Abdul Waid</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WAID, Abdul</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fauzi, Ihsan Ali</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurudin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KHOLIS, Nurman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RUHANA, Akmal Salim</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>EL MAWA, Mahrus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FARIDA, Erlina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUKHLIS, Imam</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nuryadin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Departemen Agama RI</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Journal</form>
  <extent>iv,270 hlm.; 270</extent>
 </physicalDescription>
 <note>CAt : 1. Adaptabilitas konsep daulah islam terhadap sistem pemerintahan indonesia (telaah kritis ideologi dan politik NII).( Opini dari para ahli sejarah dan saksi sejarah tentang NII  (Negara Islam Indonesia) cukup menarik untuk di diskusikan. Bagaimana NII mengadaptasikan konsep Daulah Islamiah dalam sistem pemerintah Indonesia, sekaligus memberikan kritik atas ideologi dan politik NII).&#13;
2. Relasi agama dan sains: gagasan teologi dalam pemikiran filsafat. ( Diskursus agama dan sains selalu menarik untuk dikaji, baik secara teoritis maupun praktis. Sebagai kebutuhan spiritual manusia, agama tidak dapat diposahkan dari perkembangan sains yang berasal dari pemikiran manusia. Dalam konteks itulah para pemikir barat memberikan sumbangan gagasannya melalui pemikiran teologi terkait agama dan sains. Dalam tipologi dialog dan integrasi disebutkan hendaknya tetap menghargai tradisi-tradisi agama tertentu). &#13;
3. Negara sekuler 'mengatur' agama: studi pengelolaan kehidupan keagamaan di singapura dan lesson learned untuk indonesia.(Sebagai negara multikultural dan multirelijius, Indonesia banyak menghadapi persoalan keagamaan seperti : kasus penyiaran agama, penodaan agama, pendirian rumah ibadatdanlain-lain. Pemerintah menerbitkan sejumlah peraturan dan kebijakan untuk menanganinya. Salah satu bahan peraturan itu adalah RUU KUB ( Rancangan Undang-undang Kerukunan Umat Beragama). Tulisan ini memaparkan bagaimana negara Singapura yang sekuler mengatur ihwal keagamaan)&#13;
&#13;
4. Pengembangan program studi agama; studi kasus di STAIN Tulungagung.(Studi ini berusaha untuk menjawab persoalan bagaimana konsistensi STAIN Tulungagung dalam mengembangkan prodi agama islam dan bagaimana ikhtiarnya mendorong prodi agama yang dimilikinya menjadi prodi yang berkarakter dan berkeunggulan. Selain itu juga mengkaji kesiapan daya dukung STAIN Tulungagung untuk menjadi IAIN. khususnya kesiapannya dalam pengembangan prodi agama tafsir hadist. Prodi agama ini menjadi pilihan karena peminatnya paling sedikit, sehingga tantangan untuk mengembangkannya relatif lenih sulit dibanding prodi agama lain)&#13;
&#13;
5. Kembali kepada dinar dan dirham. (Dalam buku sejarah Maluku karya Des Alwi menjelaskan tentang sejak tahun 1817 Belanda memaksa rakyat Maluku agar maumenerima uang kertas yang mereka cetak sebagai alat tukar. Uang kertas selanjutnya semakin beredar di masyarakat Maluku dan juga seluruh nusantara. Hal ini membuat uang emas yang digunakan sebagai alat tukar untuk barang mahal dan uang perak untuk barang murah hilang dari peredaran. Belanda pun semakin mudah untuk memiliki berbagai kekayaan alam dari Maluku melalui pencetakan uang-uang kertas).&#13;
&#13;
6. Perdebatan sekularisme, demokrasi dan islam ke arah pencarian titik-titik temu. (Apakah demokrasi niscaya membutuhkan sekularisme? Apakah islam pada dasarnya anti sekularisme? Setelah mengulas perdebatan mutakhir terkait sekularisme (sekularisasi) dan demokrasi. Paper ini menunjukkan bahwa sekularisme dalam pengertiannya yang terbatas pemisahan agama dan negara, bukanlah syarat mutlak berlangsungnya  sistem politik yang demokratis. Selain itu proses sekularisasi dalam pengertiannya yang terbatas ini sudah lama dialami masyrakat muslim. Hal ini memungknkan kaum muslim untuk terlibat lebih jauh dalam ruang publik yang dikelola secara demokratis, di bawah sekularisme agama yang netral )&#13;
&#13;
7. Sebuah konsep tentang penataan komunikasi informasi efektif bagi PTAI.&#13;
8. Tantangan empat pilar negara (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan bhineka tunggsl iks). (Kebhinekaan dalam lanskap NKRI sebagai warisan para pendiri dan pendahulu bangsa tengah menghadapi batu ujian, dengan hadirnya gerakan idiologi radikal yang disebut &quot; ideologi transnasional&quot; sebagai manifesto gerakan dari luar yang hendak melumat empat pilar negara yang sudah final. Ideologi baru tersebut menghendaki sebuah perubahan revolusioner dan radikal negara Indonesia yang plural ini)&#13;
&#13;
9. Negara sekuler mengatur agama : studi pengelolaan kehidupan keagamaan di Singapura dan lesson learned untuk indonesia (Pemerintah menerbitkan sejumlah peraturan dan kebijakan untuk menangani berbagai masalah sosial keagamaan di Indonesia, sebagai penguat upaya pemeliharaan kerukunan oleh masyarakat. Salah satu peraturan yang saat ini masih dalam proses penyusunan RUU KUB (Rancangan undang -undang kerukunan umat beragama). Pro dan kontar terjadi atas urgensi dan substansi RUU ini) &#13;
&#13;
10. Tantangan pendidikan agama di PTU untuk membangun sumber daya manusia indonesia.&#13;
11. Tantangan 4 pilar negara ( Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) (Kebhinekaan dalam lanskap NKRI sebagai warisan para pendiri dan pendahulu bangsa tengah menghadapi batu ujian, dengan hadirnya gerakan idiologi radikal yang disebut &quot; ideologi transnasional&quot; sebagai manifesto gerakan dari luar yang hendak melumat empat pilar negara yang sudah final. Idiologi baru tersebut menghendaki sebuah perubahan revolusioner dan radikal di negara Indonesia)&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">WAID, Abdul</note>
 <subject authority="">
  <topic>Politik Islam</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Islam</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Kebaikan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Organisasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Demokrasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Pendidikan Agama Islam</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Komunikasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Informasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Peraturan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Karakter</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Publik</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>NKRI</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Kerukunan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>gold dinar</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>silver dirham</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>NII</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Daulah Islam</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Agama dan sains</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>teologi proses</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>tradisi dan kemanusiaan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Kebijakan keagamaan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>RUU</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Prodi agama</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>STAIN Tulungagung</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>prodi unggulan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Maluku</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Paper money</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Sekul;arisme</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Empat pilar negara</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ideologi dan radikalisme</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PTU</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn">0126396X</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan UIN Mataram Online Public Access Catalog</physicalLocation>
  <shelfLocator>DIA-36/2/2013</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">DIA-021/36/2/2013</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (DIA-021/36/2/2013)</sublocation>
    <shelfLocator>DIA-36/2/2013</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">DIA-022/36/2/2013</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (DIA-022/36/2/2013)</sublocation>
    <shelfLocator>DIA-36/2/2013</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">DIA-023/36/2/2013</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (DIA-023/36/2/2013)</sublocation>
    <shelfLocator>DIA-36/2/2013</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">DIA-024/36/2/2013</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (DIA-024/36/2/2013)</sublocation>
    <shelfLocator>DIA-36/2/2013</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>20465</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-09-10 20:07:53</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-04-13 11:13:43</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>